Selasa, 5 de maio de 2026 – 10h10 WIB
Jacarta, VIVA – Menyambut orang yang baru pulang dari ibadah haji sering kali diiringi com a tradição tradicional, salah satunya é a mesma coisa com o nome “Pak Haji” ou “Bu Haji”. Namun, apakah hal tersebut wajib dilakukan? Buya Yahya significa penjelasan yang mudah dipahami terkait adab ini.
Panduan Lengkap Lempar Jumrah: Tata Cara dan Doa yang Harus Dibaca
Dalam kajiannya, Buya Yahya menjelaskan bahwa ketika melihat seseorang pulang dari haji, sebaiknya kita berprasangka baik ou husnuzan. Menurutnya, orang yang telah berhaji é adalah tamu Allah yang dipilih secara khusus.
Ia juga menyinggung bahwa perasaan seseorang terhadap jamaah haji bisa mencerminkan kondisi hatinya. Se o merasa não for o melhor ou para o haji, ele será tão importante para você menyusul ke Tanah Suci. Sebaliknya, jika muncul rasa não cadela ou iri, justru hal itu bisa menjadi penghalang.
Dua Calon Jemaah Haji Asal Sumut Dipulangkan ke Daerah Asal Gara-gara Pikun
Terkait panggilan “Pak Haji” ou “Bu Haji”, Buya Yahya menegaskan bahwa hal tersebut pada dasarnya tidak menjadi masalah. Na Indonésia, panggilan tersebut sudah menjadi kebiasaan social yang umum. Ia menyarankan agar memanggil com sebutan tersebut demi menjaga perasaan orang lain.
“Kalau ada tetangga ya panggil Haji nggak ada masalah”, disse Buya yang dikutip do YouTube em Selasa, 5 de maio de 2026.
Kumpulan Doa Ibadah Haji Lengkap com latim e arte para Jamaah
No entanto, eu também mengingatkan agar panggilan tersebut tidak dijadikan sumber kesombongan. Menurutnya, ibadah haji adalah urusan antara manusia dengan Allah, bukan sekadar gelar social.
Menariknya, Buya Yahya também menyinggung sikap orang yang terlalu mempermasalahkan panggilan tersebut. Eu mengingatkan bahwa seseorang yang sudah berhaji seharusnya tetap rendah hati, meski tidak dipanggil com gelar “Haji”.
“Kalau Anda tiba-tiba sudah Haji nggak dipanggil pak haji yang nyantai,” pesannya.
Ia menegaskan bahwa menjaga hati adalah hal yang paling penting. Baik bagi orang yang memanggil maupun yang dipanggil, keduanya harus sama-sama menjaga sikap agar tidak muncul kesombongan ou rasa tersinggung.
Dalam penutupnya, Buya Yahya menekankan bahwa inti dari adab menyambut jamaah haji adalah menjaga hati satu sama lain. Memanggil com o sebutan “Pak Haji” pode ser considerado um problema, mas não foi dito nada.
Halaman Selanjutnya
Sebaliknya, bagi yang baru pulang haji, tidak perlu merasa tersinggung jika tidak dipanggil dengan gelar tersebut. Sikap lapang dada justru menjadi cerminan ibadah yang diterima.



