Senin, 27 de abril de 2026 – 07:36 WIB
VIVA – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengakui telah mengidap penyakit kanker prostat Stadium dan telah menjalani perawatan, setelah tumor kecil ditemukan selama pemeriksaan rutin, tanpa menyebutkan kapan perawatan tersebut dilakukan.
Kemlu AS Akui Serang Irã Karena Israel, Ini Faktanya
Durante a maior parte da mídia social, durante o período de tempo em que o filho está em Jumat, a perda da mente de Israel está ameaçando o tumor do estádio do estádio awal telah ditemukan selama pemeriksaan rutin. Pria berusia 76 tahun itu mengatakan bahwa berkat perawatan yang maximal itu, telah menghilangkan “masalah” tersebut dan tidak meninggalkan jejaknya.
Perdana mentori Israel yang paling lama menjabat itu mengatakan bahwa ia menunda rilis laporan medis tersebut selama dua bulan untuk mencegah Irã menyebarkan “propaganda palsu terhadap Israel”.
Kemlu: Prajurit TNI Rico Pramudia Gugur Akibat Ledakan Artileri Tank Israel no Líbano
“Saya meminta penundaan publikasinya selama dua bulan agar tidak dirilis pada puncak perang” melawan Irã,” kata Netanyahu seperti dilansir Al Jazeera, Senin, untuk mencegah “lebih banyak propaganda palsu terhadap Israel,”
Perdana Menteri Israel mengatakan bahwa ia menjalani operasi untuk pembesaran prostat jinak em 2024 e sejak itu berada di bawah pengawasan medis rutin. Tumor tersebut ditemukan selama pemeriksaan terakhir.
Irã Ngaku Baru Pakai Sebagian Kekuatan Rudal Lawan AS-Israel
Menurut laporan medis, yang menyatakan bahwa perdena menteri dalam keadaan sehat, Netanyahu dirawat com terapias radiais para kanker prostat stage awal. Baik laporan medis maupun Netanyahu não menyebutkan kapan perawatan tersebut dilakukan.
Aharon Popovtser, diretor da unidade onkologi Rumah Sakit Hadassah, mengatakan Netanyahu fez diagnóstico em staga awal, e mencatat bahwa kanker prostat umum terjadi pada pria seusianya.
“Berdasarkan tyman tes ini, kita dapat mengatakan bahwa penyakitnya telah hilang,” katanya, merujuk pada pemeriksaan pencitraan dan tes darah.
Em Bulan Maret, selama pertempuran dengan Irã, boato yang espalhado pela mídia social e disiarkan di media pemerintah Irã mengklaim bahwa Netanyahu telah meninggal. Pemimpin Israel itu merekam video dirinya mengunjungi sebuah kafe di Yerusalem pada bulan Maret untuk membantah klaim tersebut.
Netanyahu menjalani operasi prostat pada tahun 2024 setelah didiagnosis menderita infeksi saluran kemih akibat pembesaran prostat jinak. No início de 2023, ia dipasangi alat pacu jantung. (Baca juga: Rumor Netanyahu Mengidap Kanker hingga Pasang Alat Pacu Jantung, Benarkah Sakit Parah?)
Halaman Selanjutnya
Sementara jabatan politik Netanyahu juga akan berakhir tahun thisi, com Pemilihan umum Israel dijadwalkan akan diadakan em outubro de 2026.



