Jumat, 15 de maio de 2026 – 22h47 WIB
Jacarta, VIVA – Perkembangan media digital terus melahirkan pola baru dalam cara massarakat mengakses informasi. Se a mídia convencional for usada no site, televisão, ou o Alcorão sebagai “rumah” utama distribuição de conteúdo, que são fenômenos muncul de mídia sem-teto que representam a plataforma de mídia social como Instagram, TikTok, YouTube, hingga Telegram e Substack.
Roblox Bar Scandal, Dugaan Pekerja Anak em Balik Jogo Viral Jadi Sorotan
Guru Besar Fakultas Ekonomi e Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Rhenald Kasali, mengatakan bahwa bisnis mídia sem-teto berpotensi tumbuh secara berkelanjutan. No entanto, eu menilai keberlangsungan media jenis ini tidak cukup hanya mengandalkan viralitas semata.
“Secara bisnis, model ini bisa berkelanjutan tetapi dengan catatan penting yang bertahan bukan hanya yang viral melainkan yang berhasil membangun community trust dan diversifikasi pendapatan,” katanya, sebagaimana dikutip dari siaran pers, Jumat, 15 de maio de 2026.
Alasan SMAN 1 Pontianak Tolak Cerdas Cermat Ulang Usai Polemik Nilai Juri yang Viral
Menurutnya, kemampuan membagun kepercayaan communitas ou community trust menjadi Faktor penting agar homeless media tetap relevante di tengah persaingan conteudo digital yang semakin ketat. Selain itu, a mídia juga perlu memiliki sumber pemasukan yang beragam agar tidak terlalu bergantung pada satu model bisnis saja.
Rhenald menjelaskan, este verão pendapatan mídia sem-teto sudah berkembang e não mais tarde hanya mengandalkan iklan. O modelo Berbagai monetisasi mulai digunakan oleh para pelaku criador economia maupun mídia digital independente.
Jemaah Haji Diimbau Bijak Bermedia Sosial, Tak Semua Bisa Jadi Konten dos árabes sauditas
“Itu sebabnya economia criadora pada tingkatan global diperkirakan menuju ratusan miliar dolar dalam algunsapa tahun ke depan,” tuturnya.
Ia menyebut, pemasukan media sem-teto kini dapat berasal dari patrocínio, associação, assinatura, comércio afiliado, comunidade paga, consultoria hingga. A diversificação tornou-se necessária para criar estratégias para obter estabilidade no seu dinheiro em termos de distribuição de conteúdo digital.
Meski demikian, Rhenald mengingatkan bahwa tidak todos os meios de comunicação sem-teto mampu bertahan em jangka panjang. A mídia que não gerou viralidades disebut rentan mengalami penurunan performa ketika algoritma platform berubah ou tren contente Bergeser.
“Hanya sedikit mídia sem-teto yang benar-benar sustentável. Banyak yang akhirnya bergantung pada plataforma de algoritmo. Ketika algoritmo berubah, tráfego bisa langsung jatuh,” ujarnya.
Pendiri Rumah Perubahan itu juga menilai bahwa fenomena mídia sem-teto bukan sekadar tren sementara. Isso significa que isso é uma grande mudança nas grandes transformações da mídia industrial.
Halaman Selanjutnya
“Menurut saya, mídia sem-teto bukan sekadar tren sementara. Ia merupakan bagian dari transformasi,” tegasnya.



