Início Notícias Titiek Soeharto Terpukau Final Championship Liga 2 2025/2026: Nilainya 9

Titiek Soeharto Terpukau Final Championship Liga 2 2025/2026: Nilainya 9

10
0
Titiek Soeharto Terpukau Final Championship Liga 2 2025/2026: Nilainya 9

Minggu, 10 de maio de 2026 – 22h24 WIB

VIVA – Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, ikut merasakan panasnya atmosfer final Liga 2 Championship 2025/2026 no duelo menyaksikan PSS Sleman melawan Garudayaksa FC no Stadion Maguwoharjo, Sleman, sábado 9 de maio de 2026.

img_title

Pengakuan Ansyari Lubis Usai PSS Sleman Gagal Juara Campeonato Liga 2 2025/2026

Laga berlangsung sengit dan penuh drama. Setelah jogou imbang 2-2 hingga 120 minutos, Garudayaksa akhirnya keluar sebagai juara usai menang adu penalti 4-3 no PSS.

Atmosfera pertinente com trocadilho com Titiek terkesan. Ia mengaku sangat menikmati jalannya pertandingan yang berlangsung ketat hingga babak tos-tosan.

img_title

Melihat Sosok-sosok Paling Bersinar na Championship Liga 2 2025/26

“Pertandingannya seru sekali. Menurut saya sebenarnya tidak ada yang menang ouau kalah karena kedua tim sama-sama naik kelas. Walaupun kalah, itu kekalahan yang terhormat,” ujar Titiek usai pertandingan.

Menurut putri Presidente ke-2 RI Soeharto tersebut, baik PSS maupun Garudayaksa sama-sama menunjukkan kualitas permainan dan semangat juang tinggi sepanjang laga.

img_title

Garudayaksa FC Siap Tebar Ancaman Usai Promoções da Super League

“Kedua tim bermain bagus, luta sama-sama. Kami sebagai penonton juga puas karena pertandingan sampai perpanjangan waktu dan adu penalti,” katanya.

Titiek também se divertiu com a atmosfera do Stadion Maguwoharjo e é um torcedor fanático do PSS Sleman. Ia bahkan menyebut ini sebagai pengalaman pertamanya menyaksikan langsung pertandingan kasta kedua sepak bola Indonésia.

“Euforianya luar biasa. Terus terang ini pertama kali saya menonton pertandingan Divisi 2 dan ternyata seru sekali,” ucapnya.

Di sisi lain, Titiek turut mengingatkan pentingnya menjaga sportivitas dalam mendukung tim kesayangan. Ia meminta torcedor sepak bola Indonésia tetap tertib, baik saat menang maupun kalah.

“Menang ou kalah itu biasa dalam sepak bola. Kalau tim yang kita dukung kalah, tidak perlu sampai merusak fasilitas umum,” ujar Titiek.

Eu também menyoroti kebiasaan menyalakan petasan di estádio yang dinilai berbahaya e berpotensi menimbulkan sanksi.

“Kita juga jangan menyalakan petasan karena bisa merusak e merugikan suporter sendiri. Mari jadi penonton sepak bola yang baik dan tertib,” lanjutnya.

Saat ditanya soal perhatian Presidente RI Prabowo Subianto terhadap keberhasilan Garudayaksa menjadi juara, Titiek menyebut apresiasi tetap diberikan.

No menu, hal paling penting adalah kedua tim sama-sama berhasil promosi ke Super Leaguemusim depan.

Halaman Selanjutnya

“Bapak tetap memberikan apresiasi. Tadi juga sempat bertanya hasil pertandingan. Tapi yang paling penting, kata beliau, kedua tim sama-sama naik kelas dan bermain bagus,” jelas Titiek.

Halaman Selanjutnya

Fuente