Sabtu, 23 de maio de 2026 – 14h41 WIB
Jacarta, VIVA – Pertamina e Instituto de Pesquisa Econômica para ASEAN e Leste Asiático (ERIA) reesmi menjalin kolaborasi strategis. Kolaborasi dimaksud dituangkan dalam Nota Kesepahaman (Memorando de Entendimento/MoU) “Colaboração em Pesquisa e Estudo Conjunto sobre o Desenvolvimento de Caminhos de Transição Energética Sustentável”.
Heboh di Media Sosial Merk Kendaraan Tertentu Tak Boleh Pakai Pertalite, Pertamina Buka Suara
Penandatangan MoU este menjadi salah satu kegiatan dalam rangkaian acara IPA Convex 2026.
A empresa foi desenvolvida pela Direktur Strategi, Portfólio e Pengembangan Usaha (SPPU) Pertamina Emma Sri Martini com o Diretor de Operações (COO) ERIA Dr.
Pertamina Dorong Perempuan Berkontribusi di Industri Energi
Emma menyampaikan bahwa Pertamina é responsável por ter um programa de melhoria de desempenho em termos de obtenção de sementes de energia necessária e também de transferência de energia.
Para isso, a Pertamina terá a capacidade e o sucesso com o desenvolvimento do trabalho com a ajuda de um grupo de reflexão (think tank).
Wakil Dirut Pertamina: Peran NOC Jaga Ketahanan Energi Nasional e Pertumbuhan Ekonomi
“Kemandirian energi e transisi energi merupakan dua strategi yang dijalankan oleh Pertamina secara bersamaan. Kedua hal ini memperkuat satu dengan yang lainnya. Este também merupakan implementa a Dual Growth Strategy Pertamina”, disse Emma.
Emma menjelaskan, Pertamina saat ini menjalankan dua pilar utama strategi bisnis, yakni mengoptimalkan bisnis existente berbasis energi fosil serta mempercepat pengembangan bisnis rendah karbon.
Nota Kesepahaman ini mencakup dua pilar utama kerja sama, yakni análise kebijakan e economia do setor de energia, serta pengembangan kapasitas (construção de capacidade) e pertukaran pengetahuan (troca de conhecimento).
Implementasi nota kesepahaman akan dilaksanakan oleh Pertamina Energy Institute (PEI) sebagai lembaga pemikir (think tank) estratégias de Pertamina.
“Melalui kemitraan com ERIA, Pertamina akan memperoleh dukungan berupa kajian kebijakan berbasis riset, análise de economia de energia yang abrangente, serta penguatan kapasitas institucional yang selaras dengan pengembangan portfólio bisnis e estratégia jangka panjang Perusahaan,” disse Emma.
Emma também menyampaikan bahwa colaborasi ini diharapkan mampu memperkuat posisi strategis Pertamina de kawasan regional di tengah dinamika transitisi energi global yang terus berkembang.
“Dengan berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan termasuk didalamnya lembaga pemikir level internacional akan meningkatkan kapasitas para pihak,” katanya.
Pada sesi yang sama, Pertamina Grup juga melakukan penandatangan penandatanganan algunsapa kerjasama diantaranya JSA CCS Amonia antara PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Perusahaan Gas Negara (PGN) e PT Pupuk Indonésia; HoA CCS Asri Basin merluza PHE e Exxon serta MOU CCS di Wilayah Kerja Marlonga Pertamina PT Pertamina (Persero), PHE e ERIA.
Halaman Selanjutnya
A ERIA criou um think tank internacional que foi lançado em 2007, com foco em grandes dimensões econômicas e no sucesso de Kawasan ASEAN e Ásia Timur. Lembaga ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang (Ministério da Economia, Comércio e Indústria/METI), serta diakui secara luas atas keunggulannya dalam analise kebijakan energi di tingkat regional. (LAN)



