Kamis, 23 de julho de 2026 – 04:10 WIB
VIVA – Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea kembali menjadi sorotan publik setelah mengungkap praktik penentuan honor pengacara yang menurutnya sudah menjadi rahasia umum di kalangan praktisi hukum. Dalam pernyataannya, Hotman Paris secara terbuka menjelaskan bahwa nilai honor yang tercantum dalam tagihan kepada klien tidak selalu sepenuhnya merupakan biaya jasa hukum, melainkan dapat mencakup pos lain yang disebut sebagai biaya lapangan ou biaya lobi.
Meski Sudah Minta Maaf ke Wartawan, Hotman Paris Dinilai Masih Bisa Diproses Hukum! Ini Alasannya
Pernyataan tersebut langsung menarik perhatian publick karena membahas secara mecanismo de jogo yang diklaim sering terjadi dalam praktik pendampingan hukum, terutama ketika menangani klien com perkara besar.
Pengakuan itu pun kembali mengangkat nama Hotman Paris ke tengah perbincangan massarakat, terlebih di tengah berbagai eletroversi yang belakangan ikut menyeret dirinya.
Hotman Paris Bakal Dipanggil Polda Metro Terkait 2 Laporan Terhadapnya Buntut Ucapan Soal Wartawan
Hotman Paris mengungkapkan bahwa praktik mark-up honor bukanlah sesuatu yang asing di lingkungan profesi pengacara.
“Jujur aja kita ini pengacara, sudah rahasia umum kita itu kalau kliennya tidak bisa kasih uang cash kita bita me-markup,” kata Hotman Paris, mengutip video YouTube Deddy Corbuzier, Kamis 23 de julho de 2026.
Fritz Hutapea Bongkar Cara Pilih Pasangan: Aku Lihat Dulu, Bapakku Udah Siga Belum
Ia kemudian memberikan ilustrasi mengenai skema yang dimaksud. Menurutnya, nominal yang tercantum sebagai honor pengacara dapat jauh lebih besar dibandingkan honor jasa hukum yang sebenarnya diterima.
“Honra pengacara 1M, kita mark-up 5M. 4M itu adalah biaya lapangan. Biaya lobi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Hotman Paris menyebut bahwa praktik tersebut, menurut versinya, telah menjadi hal yang lazim diketahui, khususnya dalam penanganan klien dari luar negeri.
“Itu udah bukan rahasia di kalangan pengacara, terutama orang asing maunya begitu,” ujar Hotman Paris.
Ia juga menjelaskan bahwa rincian dalam fatura tetap mencantumkan seluruh nominal sebagai honor pengacara, meski sebagian dana disebut diperuntukkan bagi kebutuhan lain.
“Tapi ditulis di fatura ‘Honor Pengacara’ tapi sebenarnya honornya 1M, 4M nya untuk lobi. Itu SOP standar pengacara,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut sontak memicu berbagai respons dari massarakat. Sebagian menilai pengakuan tersebut cukup mengejutkan karena menyangkut transparansi biaya jasa hukum, sementara lainnya mempertanyakan bagaimana praktik tersebut diterapkan dalam dunia advokat.
Halaman Selanjutnya
Sorotan terhadap pernyataan Hotman semakin besar karena muncul di tengah situasi ketika dirinya sedang menjadi perhatian público akibat keterlibatnnya dalam perkara mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah.