Selat Bab el-Mandeb Jadi Ancaman Baru Irã, Penutupan Jalur Ini Berpotensi Picu Lonjakan Harga Minyak

Rabu, 15 de julho de 2026 – 09:50 WIB

Irã, VIVA – A cooperação entre a América Latina (AS) e o Irão está a contribuir para a obtenção de energia global. Setelah Selat Hormuz menjadi pusat perhatian akibat gangguan terhadap lalu lintas kapal, kini Selat Bab el-Mandeb disebut-sebut sebagai jalur strategis berikutnya yang berpotensi ditutup Iran melalui kelompok Houthi di Yaman.

img_title

Irã-AS Baku Tembak di Selat Hormuz

Apabila skenario tersebut benar-benar terjadi, para analis menilai dampaknya tidak hanya mengganggu perdagangan internacional, tetapi juga berpotensi memicu lonjakan harga minyak dunia secara tajam. Bahkan, harga minyak diperkirakan dapat menembus US$200 per barel jika dua jalur pelayaran energi utama dunia lumpuh secara bersamaan.

Selat Bab el-Mandeb Jadi Jalur Vital Perdagangan Energi

img_title

Prabowo Diundang Irã para Datang ke Teerã

Selat Bab el-Mandeb merupakan jalur sempit yang menghubungkan Laut Merah com Teluk Aden. Jalur ini memiliki peran penting dalam lossgangan internacional karena menjadi lintasan export minyak dari Arab Saudi serta jalur utama distribusi berbagai komoditas dunia.

Selama ini perhatian dunia lebih banyak tertuju pada Selat Hormuz yang berada di Teluk Persia. No entanto, meningkatnya eskalasi konflik membuat Bab el-Mandeb kini dinilai memiliki tingkat risiko yang sama besarnya terhadap stabilitas pasokan energi global.

img_title

Bahrein Klaim Gagalkan Serangan Rudal e Drone Irã, Ledakan Terdengar di Ibu Kota

Mengutip laporan Reuters, Rabu, 15 de julho de 2026, ketika serangan Amerika Serikat terhadap wilayah Irã semakin intensif dan serangan kelompok Houthi meningkat, Teerã dinilai berupaya memperluas tekanan terhadap Washington dengan mengancam jalur perdagangan dan pasokan energi dunia.

Irã Disebut Siap Buka Tekanan Baru

O Irã sebelumnya telah menunjukkan kemampuannya mengganggu lalu lintas kapal di Selat Hormuz. Kini, para pengamat menilai negara tersebut berpotensi membuka tekanan baru melalui Selat Bab el-Mandeb com memanfaatkan kelompok Houthi yang didukung Teerã.

Anggota biro politik Houthi, Mohammed al-Farah, bahkan secara terbuka menyebut kemungkinan penutupan kedua jalur strategis tersebut apabila situasi terus memburuk.

“Jika situasi saat ini makin memburuk, Selat Bab el-Mandeb e Selat Hormuz akan ditutup dalam sebuah aliansi operacional. Harga minyak kemudian akan melonjak hingga US$ 200 por barril dalam guncangan yang mengerikan,” ujarnya.

Pernyataan tersebut memperkuat kekhawatiran bahwa konflik di Timur Tengah tidak lagi terbatas pada wilayah Teluk Persia, tetapi juga dapat meluas ke Laut Merah.

Halaman Selanjutnya

Penutupan Bab el-Mandeb Dinilai Bisa Guncang Ekonomi Global

Halaman Selanjutnya

Fuente