Início Notícias Presidente Huda: Sim Logis Pertamina Ditekan Satu Orang untuk Sewa Terminal BBM...

Presidente Huda: Sim Logis Pertamina Ditekan Satu Orang untuk Sewa Terminal BBM Merak

27
0
Presidente Huda: Sim Logis Pertamina Ditekan Satu Orang untuk Sewa Terminal BBM Merak

Rabu, 11 de março de 2026 – 23h50 WIB

Jacarta, VIVA – Pakar hukum pidana Chairul Huda menilai tidak logis apabila PT Pertamina (Persero) disebut tertekan oleh satu pihak hingga akhirnya memutuskan menyewa terminal bahan bakar minyak (BBM) milik PT Orbit Terminal Merak (OTM) di Merak.

img_title

15 Pakar Hukum soal Kasus Pertamina: Murni Hubungan Bisnis Bukan Korupsi

Hal itu disampaikan Chairul Huda usai menyampaikan hasil sidang examinasi yang digelar Fakultas Hukum Universitas Wahid Hasyim bersamaan dengan 15 pakar hukum dari berbagai universitas di Kawasan Kuningan, Jacarta, Rabu 11 Maret 2026.

Menu Chairul, Pertamina merupakan korporasi besar yang memiliki system dalam mengambil keputusan bisnis, termasuk ketika menjalin kerja sama dengan pihak lain.

img_title

Pertamina Patra Niaga Pastikan Penguatan Organisasi hingga ESG Jadi Fokus Transformasi Bisnis

“Sim, comece. Isso pode ser útil para todos os institutos. Pertamina pode ser uma questão de perseorangan. Pertamina itu sebuah perusahaan besar, katakanlah gitu ya, yang punya sistema di dalam menyepakati sebuah hubungan hukum dengan pihak lain,” disse Chairul.

Ia menjelaskan bahwa Pertamina, sebagai perusahaan energi besar, memiliki jaringan bisnis yang luas tidak hanya di tingkat seedal, tetapi juga dengan mitra internacional. Salah satu contohnya é a mesma coisa em um pembelian minyak mentah yang menunjukkan skala operasi Pertamina di pasar global.

img_title

Produção de Migas 2025 Tembus 1 Juta Barel Per Hari, PHE Ungkap Estratégias de 2026

“Jadi bisa dibayangkan nggak bahwa korporasi besar seperti Pertamina itu kan sebenarnya mengadakan hubungan hukum itu kan bukan hanya skala seedal ya. Skala internacional juga dilakukan, misalnya beli minyak mentah kan dengan pemain bisnis dari luar negeri,” ujarnya.

Karena itu, ia menilai tidak masuk akal jika keputusan korporasi sebesar Pertamina dianggap bisa dipengaruhi oleh tekanan dari satu orang.

“Jadi sebenarnya kalaupun itu ada dan itu berpengaruh, saya kira tidak logis gitu lho. Ketika Pertamina sudah memutuskan untuk menandatangani contrak, maka nggak ada artinya itu apa yang dikatakan tekanan dan seterusnya, kalaupun itu ada ya. Itu yang pertama,” Chairul kata.

Ia menambahkan, dalam praktik bisnis, tekanan terhadap sebuah perusahaan dapat datang dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah hingga mitra bisnis lain.

“Yang kedua, ya mungkin Pertamina dalam mengadakan kerja sama dengan mitra swastanya, tekanan itu ya setiap saat. Iya kan? Tekanan dari pemerintah, tekanan dari misalnya parlemen. Tekanan dari mitra bisnis yang lain. Gitu lho,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya

No entanto, menurut Chairul, não há nada que você possa fazer em qualquer lugar em que você esteja interessado em terpaksa menandatangani perjanjian penyewaan terminal BBM milik OTM di Merak.

Halaman Selanjutnya

Fuente