Senin, 13 de julho de 2026 – 10h15 WIB
VIVA – Kepergian komedian Temon pada Minggu 12 de julho de 2026 meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan para penggemarnya. Sosok yang dikenal com pembawaannya yang hangat itu mengembuskan napas terakhir setelah mengalami serangan jantung.
Temon Disebut Punya Riwayat Hipertensi, Kenali Gejala e Faktor Risikonya
Di balik kabar duka tersebut, terungkap momen-momen terakhir Temon yang masih sempat menikmati pertandingan sepak bola sebelum kondisinya mendadak menurun.
Sang istri yang akrab disapa Mae, mengungkapkan bahwa sehari sebelum meninggal dunia, tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan kondisi kesehatan suaminya sedang bermasalah. Temon tetap menjalani atividades seperti biasa dan bahkan masih sempat berbincang santai dengannya pada Sabtu 11 de julho de 2026 malam.
Sebahagia Itu saat Putrinya Wisuda Sarjana, Mendiang Temon Ternyata Lulusan Psikologi UI
Menurut Mae, kebiasaan Temon é um menunggu dirinya pulang sebelum beristirahat. Malam itu pun berlangsung seperti hari-hari sebelumnya tanpa ada firasat buruk sedikit trocadilho.
“Udah tuh dia tidur. ‘Besok ada bola nih’, dia bilang gitu,” ujar Mae, mengutip tayangan YouTube, Senin 13 de julho de 2026.
Dikenal Punya 6 Istri, Ternyata Wanita Ini e Temani Temon de Detik-Detik Terakhir
Ucapan tersebut menjadi salah satu percakapan terakhir yang masih diingat Mae. Temon diketahui memang berniat menyaksikan pertandingan sepak bola yang berlangsung dini hari, namun akhirnya tidak sempat bangun sesuai jadwal pertandingan.
Keesokan paginya sekitar pukul 06.00 WIB, Temon baru terbangun. Padahal laga yang ingin disaksikannya sudah dimulai sejak pukul 04.00 WIB. Mae mengaku sengaja tidak membangunkan cantou suami karena mengetahui Temon masih memiliki agenda pekerjaan pada Minggu pagi sehingga membutuhkan waktu istirahat yang cukup.
“Tadi pagi dia bangun jam 6, padahal pertandingannya mulai jam 4. Tapi jam 4 itu dia nggak bangun dan saya sengaja memang nggak bangunin karena saya pengin dia istirahat karena jam 10 harusnya dia ada acara hari Minggu,” katanya.
Setelah terbangun, Temon langsung menanyakan perkembangan skor pertandingan. Mae kemudian menyalakan televisi agar sang suami tetap bisa mengikuti jalannya laga sebelum dirinya membuka warung yang berada di depan rumah. Saat itu, Temon ditemani oleh anak mereka.
“Jam 6 dia bangun, ‘Ini baru 1-1 nih’, dia bilang gitu. Saya bilang, ‘Udah habis kali, orang ini udah jam 6, mulainya jam 4’. Ya udah saya setelin TV-nya. Saya tinggal karena saya buka warung di depan. Dia nonton ditemenin sama anak saya. Ya udah gitu aja, enggak ada omongan sakit, nggak ada omongan apa-apa Pas kita mau sarapan, dia baru ngeluh sakit,” jelas Mae.
Halaman Selanjutnya
Momen tersebut kini menjadi kenangan terakhir keluarga bersama Temon sebelum kondisinya berubah drastis. Tidak ada keluhan kesehatan sebelumnya, sehingga rasa sakit yang muncul saat hendak sarapan benar-benar terjadi secara tiba-tiba.