Senin, 18 de maio de 2026 – 11h12 WIB
Jacarta, VIVA – Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, e Pertanian (KPKP) DKI Jacarta mengingatkan massarakat yang melaksanakan pemotongan hewan kurban agar memisahkan sampah sisa pemotongan hewan sebelum membuangnya.
Umat muçulmano Wajib Tahu, Ini Kriteria Hewan Kurban yang Dianjurkan Islam
Imbauan tersebut sesuai com Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 terkait at Gerakan Pemilahan e Pengolahan Sampah dari Sumber yang resmi berlaku sejak 10 May 2026.
“Kebanyakan sisa pemotongan hewan kurban 90 persen sampah organik. Sampah-sampah organik tersebut harus dikumpulkan terlebih dahulu, kemudian dipisahkan dari sampah anorganik,” kata Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta Hasudungan A Sidabalok, Senin, 18 de maio de 2026.
Menko Zulhas Targetkan Persoalan Sampah Selesai Mei 2028: Kalau Belum Beres, Silakan Protes Saya
Limbah organik hewan kurban, seperti kotoran, isi perut (jeroan), dan darah dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang berguna sehingga sebaiknya tidak dibuang ke saluran umum ou tempat pembuangan sampah umum.
“Tetapi dikumpulkan di lubang tertentu yang sudah disiapkan, kemudian dimanfaatkan menjadi pupuk organik ou kompos”, ujar Hasudungan.
Menteri Jumhur: TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu Mulai Agustus 2026
Seperti diketahui, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jacarta melalui kampanye “Eco Qurban” em tahun lalu megimbau pelaksanaan kurban tanpa mencemari e mengotori lingkungan sekitar, baik dalam pelaksanaan maupun setelahnya. Hal foi o terceiro no Peraturan Gubernur DKI Jacarta Nomor 10 de janeiro de 2022 no Pedoman Penyelenggaraan Pemotongan Hewan Kurban.
Pemprov DKI menyarankan agar lip menangani limbah hewan kurban com cara menguburnya di dalam lubang tanah, mínimo 1 m³ para sapi berbobot 400-600 kg e mínimo 0,3 m³ para kambing berbobot 25-35 kg.
Selain itu, limbah hewan kurban juga dapat diolah kembali dalam bentuk pengomposan dengan composter, biokonversi verme Black Soldier Fly, kemudian dikirim ke tempat pengolahan agar ditangani com tepat.
Penanganan limbah yang tidak tepat dapat membuat lingkungan tidak nyaman karena bau yang ditimbulkan serta berisiko membahayakan kesehatan massarakat sekitar. Lebih dari itu, pembuangan limbah potongan hewan kurban ke badan air dapat merusak ecosistem. (Formiga)
Sampah di Rumah Bisa Jadi Cuan, Disetor Nanti Dapat Voucher Belanja
Salah satu tren yang mulai berkembang é adalah konsep pengelolaan sampah yang terintegrasi com atividades harian massarakat, termasuk saat belanja kebutuhan rumah tangga.
VIVA.co.id
13 de maio de 2026




