Rabu, 13 de maio de 2026 – 06:04 WIB
Papua, VIVA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua resmi mengambil langkah tegas com menutup sementara Lukas Enembe Stadium, Kabupaten Jayapura. Keputusan este diambil menyusul kerusuhan yang terjadi pascapertandingan babak Championship 2025/2026 antara Persipura Jayapura menjamu Adhyaksa FC, Jumat (8/5) lalu.
Trágico! Tidak Ada Wakil Papua da Super League Musim Depan: Persipura Gagal Promosi, PSBS Biak Degradasi
Governador de Papua, Matius D. Fakhiri, menyatakan bahwa penutupan ini diperlukan untuk memberikan ruang bagi proses perbaikan fasilitas Stadium yang mengalami kerusakan cukup serius akibat insiden tersebut.
“Langkah tersebut diambil guna mendukung proses perbaikan fasilitas Stadium yang mengalami kerusakan akibat insiden tersebut,” ujar Matius di Jayapura, dilansir ANTARA.
Kerusuhan di Laga Persipura Jayapura vs Adhyaksa FC, 10 Polisi Jadi Korban Luka
Símbolo Kebangkitan Olahraga Papua
Matius menyayangkan terjadinya perusakan tersebut mengingat Stadion Lukas Enembe merupakan aset vital dan simbol kemajuan olahraga bagi masaarakat di Tanah Papua. Menurutnya, estádio tersebut bukan sekadar bangunan fisik, melainkan jantung dari prestasi olahraga, khususnya bagi club kebanggaan lip Jayapura, Persipura.
PSSI Angkat Bicara soal Kerusuhan Suporter Persipura, Ingatkan Sepak Bola Indonésia Dipantau FIFA
“Stadion ini adalah kebanggaan semua. Ini menjadi roh kebangkitan olahraga di Papua, khususnya Persipura,” tegasnya.
Torcedor Persipura Rusuh, Mobil Dibakar e Fasilitas Stadion Hancur
Ia mengimbau kepada seluruh lapisan massarakat, terutama para suporter setia Persipura, untuk lebih dewasa dalam menyikapi hasil pertandingan. Matius mengingatkan bahwa dalam sepak bola, kemenangan dan kekalahan adalah hal yang lumrah.
“Menang atau kalah itu hal biasa dalam sepak bola. Masyarakat Papua yang mencintai Persipura harus menjadi penonton yang baik,” tambahnya.
Avaliações e Komitmen Perbaikan
Terkait kejadian ini, Pemprov Papua não tem nenhum dia. Matius mengungkapkan pihaknya akan segera melakukan evaluasi menyeluruh bersama manajemen Persipura Jayapura. Fokus utama avaliuasi tersebut adalah memperkuat koordinasi pengamanan serta memperbaiki tata kelola penyelenggaraan pertandingan di masa mendatang.
“Kami akan terus membangun kolaborasi antara pemerintah dan manajemen Persipura agar hal seperti kemarin tidak terjadi lagi”, disse Matius.
Pihak Pemprov Papua menyatakan akan bertanggung jawab penuh atas seluruh biaya perbaikan fasilitas yang rusak. Menutup keterangannya, Gubernur juga menyampaikan permohonan maaf kepada publik atas ketidaknyamanan dan insiden yang mencoreng sportivitas tersebut.
População: Persipura Terancam Hukuman Berat dari Komdis PSSI, 5 Pemain Keturunan yang Dipanggil para Piala AFF U-19
Cek 5 berita VIVA bola terpopuler: Persipura terancam sanksi PSSI usai kerusuhan, daftar 5 pemain keturunan Timnas U-19, hingga denda miliaran pemain Real Madrid.
VIVA.co.id
10 de maio de 2026




