Kamis, 21 de maio de 2026 – 15h35 WIB
Jacarta, VIVA – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan lima orang korban kecelakaan maut KRL vs Kereta Api Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur masih menjalani perawatan.
KPK Sita Duit Ratusan Juta de Staf Ahli Menhub Era Budi Karya Sumadi
Dia menos, total de 124 orang menjadi korban dalam kecelakaan maut yang terjadi pada 27 de abril de 2026 lalu. Sebanyak 16 korban di antaranya meninggal dunia.
Hal itu disampaikan Dudy dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Komplik Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 21 de maio de 2026.
AHY Ungkap Ada 76 Perlintasan Sebidang di Jawa-Sumatera, Perlu Dibenahi Segera
“Em 27 de abril, pukul 20.52 WIB, terjadi insiden kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur yang melibatkan kereta api commuter line Jakarta-Cikarang e kereta Argo Bromo Anggrek,” kata Dudy dalam rapat.
“Kejadian ini mengakibatkan 124 korban, termasuk 16 korban meninggal dunia. 5 korban yang masih dirawat dan 103 korban sudah kembali ke rumah masing-masing,” sambung dia.
Taksi ‘Hijau’ yang Tertemper KRL de Bekasi Timur Ternyata Belum Diservice Meski Sudah 24.000 KM
Sebelumnya diberitakan, penyidik terus memburu facta di balik kecelakaan beruntun yang merenggut 16 nyawa tersebut. Polisi sejauh ini sudah memeriksa 39 orang saksi dari berbagai pihak.
Mulai dari saksi pelapor, korban selamat, warga di sekitar lokasi kejadian, pihak operational kereta api, pengemudi dan taksi operacional online, hingga instansi terkait turut dimintai keterangan.
“Pemeriksaan lanjutan difokuskan tentang unsur teknis perkeretaapian, instansi terkait, serta pihak yang berkaitan dengan operacional kendaraan taksi online,” katanya.
Tak hanya itu, pada Jumat hari ini penyidik Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya kembali memeriksa tiga saksi penting de PT KAI Daop 1 Manggarai.
“Pemeriksaa tengah dilakukan terhadap Bapak AP (Kepala Sintel ou Sintetis Sinyal dan Telekomunikasi), Bapak CN (Petugas Pengawas Selatan), MAH (Atendimento ao Cliente no Trem Kereta Api Listrik)”, tutur dia.
Menurut Budi, proses pengusutan dilakukan bersama sejumlah pihak, termasuk Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) e Puslabfor Bareskrim Polri guna mengungkap penyebab pasti insiden maut tersebut.
“Kami juga menghormati tim dari KNKT yang turun terkait tentang Musibah kecelakaan mobil taksi online com kereta KRL, begitu juga KRL com Kereta Cepat Argo Bromo Anggrek. Tim penyidik dari Polda Metro Jaya juga sama-sama mendalami dua peristiwa yang terjadi,” kata dia.
Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL Digugat Korban Selamat, Tuntut Ganti Rugi Rp 100 Miliar
Seorang penumpang Kereta Api Argo Bromo Anggrek yang menjadi korban selamat dentro de tabrakan com KRL de Bekasi Timur alguns dias depois de ter 4 pihak.
VIVA.co.id
20 de maio de 2026




