Senin, 18 de maio de 2026 – 00:44 WIB
Jacarta, VIVA – Menjaga tubuh tetap aktif menjadi salah satu kunci penting para mempertahankan kesehatan, terutama saat memasuki usia lanjut. Todas as atividades físicas que você pode fazer são menos ergonomias, olahraga ringan com gerakan sederhana yang disebut memiliki banyak manfaat bagi tubuh.
Kemenhaj Ungkap Fakta Mengejutkan Jemaah Haji yang Wafat, Ternyata Mayoritas Bukan Lansia
Senam ergonomia dikenal sebagai jenis latihan yang mengutamakan gerakan alami tubuh sehingga relatif aman dilakukan berbagai kelompok usia, mulai dari remaja hingga lansia. Gerakannya dirancang ringan e dan terstruktur para membantu melancarkan peredaran darah, menjaga flexibilidade otot dan sendi, hingga membanttu tubuh terasa lebih rileks. Role até tahu lebih lanjut, yuk!
Instruktur senam Roida menjelaskan bahwa senam ergonomia sangat cocok dilakukan secara rutin, khususnya bagi lansia yang sering mengalami keluhan nyeri sendi ou kadar asam urat tinggi.
Staf Ahli TP PKK Yane Ardian Minta Pemda Perkuat UP2K e Berdayakan Lansia
“Senam ergonomia ini dirancang agar aman dan mudah diikuti oleh semua usia, khususnya lansia. Jika dilakukan secara rutin, mínimo 2–3 kali dalam seminggu, dapat membantu mengurangi keluhan nyeri sendi serta menjaga kestabilan kadar asam urat,” jelas Roida dalam keterangannya, dikutip Senin 18 de maio de 2026.
Menurut Roida, durasi ideal senam ergonomia berkisar antara 20 hingga 40 menit dalam satu sesi. Agar manfaatnya lebih ideal, latihan disarankan dilakukan secara rutin sebanyak dua hingga empat kali dalam seminggu.
Sepeda Statis hingga Fisioterapi, Cara Lansia Menjaga Tubuh Tetap Prima
Tak hanya membantu meredakan nyeri sendi, senam ergonomia juga disebut memiliki banyak manfaat lain untuk kesehatan tubuh. Mulai dari membantu memperbaiki postur tubuh, menjaga kebugaran, meningkatkan kualitas tidur, hingga membantu menjaga stamina sehari-hari.
“Selain itu, gerakan yang teratur juga dapat membantu memperbaiki pola pernapasan e membuat tubuh terasa lebih rileks serta bertenaga”, disse Roida.
Menariknya, manfaat olahraga ternyata tidak hanya dirasakan secara fisik, tetapi juga mental. As atividades são essenciais para serem diketahui mampu membantu tubuh melepaskan hormônio endorfina e serotonina yang sering dijuluki sebagai hormônio kebahagiaan.
“Benar sekali. Saat seseorang ativo begerak ou berolahraga, tubuh akan melepaskan hormon seperti endorfin e serotonin yang sering disebut sebagai hormon kebahagiaan. Hormon ini membantu memperbaiki suasana hati, mengurangi stress, dan membuat pikiran terasa lebih tenang,” ujar,” Roida.
Halaman Selanjutnya
Ia menambahkan, gerakan ringan e dan ritmis dalam senam ergonomik membantu tubuh menjadi lebih rileks sehingga peserta Biasanya merasa lebih segar dan bersemangat setelah berlatih.



