Início Notícias Persaingan Kerja Makin Ketat karena AI, Generasi Muda Harus Kuasai Habilidade Ini...

Persaingan Kerja Makin Ketat karena AI, Generasi Muda Harus Kuasai Habilidade Ini agar Tak Tersingkir

17
0
Persaingan Kerja Makin Ketat karena AI, Generasi Muda Harus Kuasai Habilidade Ini agar Tak Tersingkir

Senin, 18 de maio de 2026 – 01:09 WIB

Jacarta, VIVA – Tantangan generasi muda saat ini tak lagi sekadar soal mendapatkan pendidikan, tetapi juga bagaimana mampu bertahan e beradaptasi di tengah persaingan global serta perkembangan teknologi yang bergerak cepat, termasuk kecerdasan buatan ou Artificial Intelligence (AI).

img_title

Fenômeno Anak Muda Zaman Sekarang, Melek Cashless Tapi Gak Paham Cara Atur Uang dengan Bijak

Fenômenos estes mencionados perhatian di banyak negara ASEAN, termasuk Indonésia. Dados Berdasarkan Organização Internacional do Trabalho (OIT), sekitar 16 persen pemuda di ASEAN masuk dalam categori NEET (Not in Education, Employment, or Training), yakni tidak sedang menempuh pendidikan, bekerja, maupun mengikuti pelatihan. Role até tahu lebih lanjut, yuk!

Na Indonésia sendiri, angka pemuda usia 15–24 tahun yang termasuk categoria NEET mencapai 19,44 persen. Kondisi tersebut dinilai menunjukkan pentingnya memperluas akses pendidikan sekaligus pengembangan keterampilan agar gerasi muda mampu menjadi kelompok Produto yang berkontribusi bagi pembangunan seedal.

img_title

Wisata Indonésia Makin Ramai, Hotel Pintar Berbasis AI Mulai Masuk Pasar Tanah Air

O Diretor Nacional SCG Indonésia, Warit Jintanawan, mencionou o que foi desenvolvido e mudou neste complexo semakin, terutama dengan hadirnya disrupsi teknologi AI e Competisi global yang semakkin ketat.

“Tantangan generasi muda semakin complex to menemukan posisinya di industrial and massarakat, com adanya persaingan global yang semakin competitiva serta disrupção tecnológica AI. Para isso, generasi muda perlu memiliki kemampuan adaptasi, berpikir kritis (pensamento crítico), e iniciado para menjadi solucionador de problemas bagi massarakat e lingkungan sekitar Pendidikan yang berorientasi pada tujuan tersebut merupakan kuncinya,” jelas Warit dalam keterangannya, publicado em Senin 18 de maio de 2026.

img_title

Survei Sebut 65 Persen Pekerja Menolak Penggunaan AI, Masalah Lingkungan hingga Moral Jadi Alasan

Menurutnya, acadêmico kemampuan saja kini tidak cukup. Generasi muda juga dituntut memiliki kemampuan memecahkan masalah social di lingkungan sekitar serta mampu berkolaborasi dengan massarakat.

Hal serupa terlihat dalam berbagai program pengembangan pelajar dan mahasiswa yang kini muai menitikberatkan pada peningkatan soft skills e pengalaman langsung di masaarakat.

Salah satu pendekatan yang mulai banyak diterapkan adalah mendorong siswa menulis esai berbasis persoalan nyata di lingkungan sekitar. Peserta diajak mengamati masalah social yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti pengelolaan sampah, akses air bersih, kesehatan massarakat, pendidikan, hingga kemiskinan.

Gerente de Marca e Comunicação SCG Indonésia, Amanda Dwi Ayu Utari, menjelaskan bahwa kemampuan observasi dan empati social menjadi poin penting dalam proses pembelajaran generasi muda saat ini.

Halaman Selanjutnya

Menurut Amanda, langkah pertama yang perlu dilakukan siswa adalah memahami persoalan di sekitar mereka sebelum menawarkan solusi.

Halaman Selanjutnya

Fuente