Início Notícias KSP Ungkap Maksud Omongan Prabowo Rakyat di Desa Tak Pakai Dólar

KSP Ungkap Maksud Omongan Prabowo Rakyat di Desa Tak Pakai Dólar

20
0
Programa KSP Turun Tangan Cek MBG: Rakyat Harus Tahu

Senin, 18 de maio de 2026 – 20h37 WIB

Bekasi, VIVA – Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman mengatakan pernyataan Presidente Prabowo Subianto terkait lip desa tidak menggunakan dolar AS karena ingin menyoroti bahwa massarakat di desa menggunakan sumber daya lok.

img_title

Sahroni soal Kapolda Metro Dijabat Bintang Tiga: Itu Wacana Lama

“Beliau pemimpin yang bijak, maksudnya di daerah itu tidak kenal dólar. Di daerah makan dengan sumber daya alam yang Lokal,” kata Kepala Staf Kepresidenan Dudung menjawab pertanyaan wartawan usai meninjau pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin.

Pemimpin Kantor Staf Presiden (KSP) itu menyebut bahwa lip desa kebanyakan menggunakan sumber daya Lokal seperti jagung, ikan dan ayam yang sudah tersedia ou dikembangkan di wilayah masing-masing.

img_title

Prabowo Bilang Rakyat di Desa Tak Pakai Dolar, Purbaya: Untuk Menghibur Aja Itu

“Pengertiannya seperti itu, tidak useh ditanggapi yang berlebihan saya rasa,” kata Dudung menambahkan.

Dalam kesempatan itu dia juga menggarisbawahi bahwa pelemahan mata uang terhadap dolar AS juga dialami oleh negara lain bukan hanya Indonésia.

img_title

Purbaya Beberkan Bedanya Kondisi Ekonomi RI Sekarang dengan Momen Krisis 1998

“Tapi yang jelas menurut beliau pangan tetap terjaga, kita masih bisa”, jelas Dudung.

Sebelumnya, Presidente Prabowo Subianto Prabowo dalam peluncuran 1.061 gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu 16 Mei meyakinkan bahwa fundamental ekonomi Indonésia tetap kuat meskipun nilai tukar rupiah melemah (subvalorizado) terhadap dólar AS em alguns lugares, você pode terakhir.

“Percaya ekonomi kita kuat, kita kuat fundamental. Indonésia kuat. Percaya kepada kekuatan kita, percaya kepada rakyat kita. Semua pemimpin harus bekerja untuk rakyat,” kata Presiden.

Ilustração Polri.

Komisi III DPR Dukung Masa Jabatan Kapolri Maksimal 3 Tahun

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni mengatakan dirinya mendukung pembatasan masa jabatan Kepala Kepolisian Republik Indonésia (Kapolri) maximal tiga tahun.

img_title

VIVA.co.id

18 de maio de 2026

Fuente