Início Notícias Kiai Ashari Tak Kabur Sendiri, Polisi Tangkap Pria e Bantu Pelariannya

Kiai Ashari Tak Kabur Sendiri, Polisi Tangkap Pria e Bantu Pelariannya

27
0
Kiai Ashari Tak Kabur Sendiri, Polisi Tangkap Pria e Bantu Pelariannya

Kamis, 7 de maio de 2026 – 18h46 WIB

Pati, VIVA – Pelarian pendiri Pondok Pesantren Tahfidzul Alcorão Ndolo Kusumo di Pati, Kiai Ashari (51), ternyata diduga tidak dilakukan seorang diri. Polisi mengungkap adanya sosok pria berinisial KS yang disebut ikut membantu tersangka selama buron dari kejaran camera.

img_title

Taj Yasin Sebut Kasus Pelecehan Terhadap Santriwati di Ponpes Pati Terpantau Sejak 2024

KS ditangkap polisi di wilayah Bekasi pada Rabu, 6 de maio de 2026. Setelah diamankan, pria tersebut langsung dibawa ke Polresta Pati untuk menjalani pemeriksaan intensivo terkait dugaan keterlibatannya dalam pelarian Kiai Ashari.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kota Pati, Komisaris Polisi Dika Hadian Widya Wiratama mengatakan KS diduga ikut membantu Ashari sejak proses pemanggilan sebagai tersangka hingga akhirnya melarikan diri.

img_title

Pasal Berlapis Dikenakan ke Kiai Ashari, Polisi Beberkan Ancaman Hukuman Beratnya!

“Yang berbaju putih itu kami duga ikut serta pelarian daripada tersangka saat dilakukan pemanggilan sebagai tersangka,” tuturnya, Kamis, 7 de maio de 2026.

Polisi menduga KS não sekadar sekadar membantu pelarian biasa. Kapolresta Pati, Komisaris Besar Polisi Jaka Wahyudi mengungkapkan pria tersebut diduga ikut terlibat dalam penyusunan rencana kabur hingga upaya menghilangkan jejak Ashari selama berpindah-pindah kota.

img_title

Kiai Ashari Diduga Cabuli Santriwati hingga 10 Kali! Beraksi Selama 4 dias

“Orang yang diduga dalam pelarian daripada tersangka, baik dari mulai perencanaan sampai pada kegiatan cara menghapus jejak dibantu yang kita tangkap,” Jaka kata.

Adapte-se a esse caso antes de começar a santriwati diduga menjadi korban kekerasan sexual oleh seorang pengasuh pesantren.

Kuasa hukum korban, Ali Yusron, menyampaikan bahwa laporan telah diajukan ke Polresta Pati sejak 2024. Namun, ia menilai proses penanganan kasus tersebut berjalan cukup lama meski telah disertai sejumlah bukti, termasuk hasil visum.

Peristiwa ini juga memicu reaksi massarakat. Aksi massa dilaporkan terjadi pada Sabtu, 2 de maio de 2026, sebagai bentuk kekecewaan terhadap dugaan kasus yang menimpa para santrivati ​​​​tersebut.

“Kami minta ini para ditindaklanjuti menjadi langkah preventif dari lembaga terkait bagaimana ada pengawasan terhadap lembaga pendidikan para mengintensifkan pelaksanaan pendidikan yang baik dan mewaspadai dari penyimpan-penyimpangan di dalam penyelenggaran pendidikan itu,” kata Cholil Nafis.

Selain itu, ia menyoroti peran lembaga pengawas seperti Majelis Masyayikh di bawah Kementerian Agama para mais atividade no monitoramento e avaliação terhadap penyelenggaraan pendidikan di pesantren agar tetap sesuai com aturan dan etika.

Halaman Selanjutnya

MUI também pode ser massarakat para turut berperan ativo durante a mudança de lingkungan pendidikan serta melaporkan jika menemukan indikasi penyimpangan. Com uma grande quantidade de dinheiro e uma grande quantidade de dinheiro, você pode gastar muito dinheiro se precisar de muito dinheiro.

Halaman Selanjutnya

Fuente