Minggu, 12 de julho de 2026 – 16h36 WIB
VIVA – Kapten Timnas Swiss, Granit Xhaka, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya após negaranya tersingkir dari Piala Dunia 2026.
Rekor Lionel Messi Bertambah usa Bawa Argentina na semifinal Piala Dunia 2026
Os suíços tiveram a chance de vencer o Piala Dunia 2026 após 1-3 da Argentina, quando a Argentina perdeu o tempo na última final do Stadion Kansas City, Minggu em 12 de julho de 2026.
Padahal, Die Nati sempat memberikan perlawanan sengit kepada cantou juara bertahan.
Lionel Messi Ukir Rekor Gila Lagi! Argentina Lolos na semifinal, Inggris Jadi Korban Berikutnya?
A Argentina perdeu o controle de Alexis Mac Allister em ke-10. Namun, o bangkit suíço de babak kedua e berhasil menyamakan kedudukan melalui gol Dan Ndoye pada menit ke-67.
Momentum Swiss berubah drastis hanya algunsapa menit kemudian.
Norwegian Air Ganti Foto Perfil Instagram Jadi British Airways Usai Inggris Kalahkan Haaland Cs di Piala Dunia 2026
Breel Embolo yang sudah mengantongi satu kartu kuning terjatuh di kotak penalti usei berduel com Leandro Paredes. Wasit João Pinheiro avalya menganggap Paredes melakukan pelanggaran.
Namun setelah mendapat rezdrowiesi VAR, keputusan berubah total.
Você pode usar as Paredes e apenas fazer simulações de Embolo ou mergulho. Akibatnya, penyerang Swiss itu menerima kartu kuning kedua yang berujung kartu merah.
Bermain com 10 orang selama sisa waktu normal hingga babak tambahan membuat Swiss kesulitan membendung gempuran Argentina.
Julian Alvarez e Lautaro Martinez venceram dois gols na prorrogação para garantir a passagem da Albiceleste para a semifinal.
Usai pertandingan, granito Xhaka meluapkan emosinya.
Menurut gelandang Bayer Leverkusen tersebut, keputusan wasit mengusir Embolo telah mengubah jalannya pertandingan secara drastis.
“Kami memulai pertandingan dengan baik. Memang kami kebobolan dari situasi sepak pojok, tetapi setelah itu menurut saya pertandingan sepenuhnya milik Swiss,” disse Xhaka.
“Babak kedua adalah milik kami. Kami berhasil mencetak gol, bermain lebih percaya diri, memiliki energi lebih besar, dan benar-benar mengendalikan permainan.”
“Tetapi kartu merah itu mengubah segalanya. Sejak saat itu seluruh rencana permainan kami langsung berubah,” lanjutnya.
Xhaka mengaku sangat sulit menerima kekalahan yang menurutnya dipengaruhi oleh satu keputusan eletroversial dari wasit.
“Kalau Anda kalah karena satu keputusan wasit, tentu rasanya sangat menyakitkan. Memang itu keputusan dia, tetapi sangat sulit menerimanya.”
Halaman Selanjutnya
“Ruang ganti kami sangat sunyi. Semua kecewa. Namun kalau kami bisa merasa sangat kecewa setelah melawan Argentina, itu menunjukkan mental tim ini sangat luar biasa,” ujarnya.