Jumat, 24 de julho de 2026 – 12h10 WIB
Jacarta, VIVA – Nama Direktur Utama (Dirut) Kebun Binatang Surabaya período 2016-2024, Chairul Anwar (CA), menjadi perbincangan usai ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.
Oegroseno Tunda Hadiri Klarifikasi Kortastipidkor, Polri Tegaskan Tak Ada Kriminalisasi
Presidente Anwar menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (PD TS KBS).
Perkara ini menjadi sorotan karena terjadi di lembaga konservasi yang selama ini dikenal sebagai tempat wisata sekaligus pusat pelestarian satwa.
Sudaryono Tegaskan Tolerância Zero Praktik Korupsi e Hengki Pengki di BGN
Perfil de Chairul Anwar
Presidente Anwar menjabat sebagai Direktur Utama PDTS KBS no período 2016-2024.
Gerindra Tepis Kabar Nanik Uniforme da BGN Karena Kasus Korupi
Ia dipilih menjadi direktur utama setelah memperoleh nilai tertinggi dalam seleksi yang digelar em outubro de 2016. Saat itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menetapkannya sebagai pimpinan PDTS KBS.
Sebelum memimpin Kebun Binatang Surabaya, Chairul Anwar telah bekarier di lingkungan birokrasi daerah.
Chairul Anwar pernah menjabat sebagai Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Pasuruan sebelum dipercaya memimpin PDTS KBS.
Di bidang academician, Chairul Anwar menyandang gelar Doktor Ilmu Administrasi Public fromi Program Pascasarjana Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya.
Gelar Doktor tersebut diraih setelah mempertahankan disertasi pada 2023 com predikat sangat memuaskan.
Disertasi yang Chairul Anwar tulis mengangkat tema Akuntabilitas Kinerja Pelayanan Publik com estudos kasus de Kebun Binatang Surabaya.
Fakta itu menjadi sorotan karena Chairul Anwar yang meneliti tentang akuntabilitas justru kini tersangkut perkara dugaan korupsi.
Mengutip laman resmi untag-sby.ac.id, Presidente Anwar também mengikuti prosesi Penggelaran Lulusan Program Sarjana, Magister, e Doktor Fakultas Ilmu Sosial e Ilmu Politik UNTAG Surabaya yang berlangsung di Gedung Graha Widya campus tersebut pada 2023
Kasus Korupsi Presidente Anwar
Kasus dugaan korupsi pengadaan pakan hewan ini ditangani Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.
Penyidikan bermula dari sejumlah laporan, termasuk laporan yang disampaikan Wali Kota Surabaya.
Além disso, Kejati Jawa Timur monitora e avalia o período de Kebun Binatang Surabaya até o período de 2013 até 2024.
Dalam proses penyidikan, sebanyak 20 saksi telah dimintai keterangan.
Berdasarkan hasil penyelidikan, Chairul Anwar ditetapkan sebagai tersangka e mulai menjalani penahanan selama 20 hari sejak Selasa 21 Juli 2026.
Halaman Selanjutnya
Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jawa Timur I Gede Punia mengungkap dugaan modus yang dilakukan tersangka.