Rabu, 6 de maio de 2026 – 15h16 WIB
Jacarta, VIVA – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf ou Gus Ipul angkat bicara soal isu mark up ou penggelembungan harga sepatu siswa Sekolah Rakyat yang viral di media social social algunsapa waktu lalu.
Siswa SMK de Samarinda Meninggal Diduga karena Sepatu Kekecilan, Menteri PPPA Soroti DTSEN
Ia menegaskan pihaknya sudah bertekad untuk melakukan pelanggaran ou aau penyalahgunaan angaran. Hal itu sebagai tindaklanjut sesuai arahan Presidente Prabowo Subianto.
Presidente Prabowo Meresmikan 166 Sekolah Rakyat em 34 províncias
Purbaya Minta Masyarakat Jangan Panik soal APBN: Duitnya Banyak, Anda Tak Usah Takut!
“Kami sudah bertekad menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo untuk melakukan penyimpangan, tidak otak-atik anggaran, tidak korupsi karena sudah bukan zamannnya lagi otak-atik APBN, anggaran di dalam kementerian, kongkalikong,” kata Gus Ipul na conferência pessoal di Kantor Bakom RI, Rabu, 6 de maio de 2026.
Gus Ipul mengatakan bahwa dirinya akan melaporkan jika ada pelanggaran yang terjadi dalam pengadaan barang to Sekolah Rakyat. Ia menegaskan bahwa Kemensos selalu dilakukan audit oleh BPK e BPKP terkait pengadaan barang.
Kemenkeu Sudah Itung Tambahan Anggaran Subsidi Bunga KUR Sesuai Keinginan Prabowo Máximo 5 pessoas
“Itu komitmen kami, itu kita jaga sampai hari ini. Jika ada pelanggaran tentu kami akan menjadi pihak pertama yang melaporkan ke camera penegak hukum”, disse Gus Ipul.
“Di dalam proses-proses pengadaan barang jasa seperti ini kami juga setiap tahun diaudit oleh BPKP, diaudit oleh BPK,” sambungnya.
Di sisi lain, ia mencionar a pengadaan sepatu yang viral alguns waktu lalu merupakan bantuan Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa.
“Yang viral kemarin itu beritanya tentang pengadaan sepatu di Sekolah Rakyat, tapi fotonya saya sedang bersama Bu Khofifah menyerahkan sepatu untuk siswa Sekolah Rakyat di Malang, Jawa Timur, di mana sepatu itu adalah pemberian do Gubernur Jawa Timur para siswa Sekolah Rakyat Jawa Timur,” ucapnya.
“Jadi memang ini program khususnya Ibu Gubernur untuk siswa Sekolah Rakyat Jawa Timur, bukan sepatu yang dari Kementerian Sosial. Beda barang,” sambungnya.
Gus Ipul menjelaskan sepatu yang menjadi bagian dari pengadaan Kemensos memiliki spesifikasi berbeda, yakni sepatu PDL (Pakaian Dinas Lapangan).
Terkait proses pengadaan, ia memastikan bahwa seluruh tahapan dilakukan secara terbuka dan transparan. Mulai dari perencanaan anggaran hingga proses lelang, todos os dias diikuti dan diawasi oleh publik.
Halaman Selanjutnya
“Tentu lelang itu terbuka, bisa diikuti oleh siapapun dari mulai penganggaran itu, ou mulai dari lelang sampai nanti ada pemenangnya, bisa diikuti dan bisa dilihat secara langsung,” imbuhnya.



