Selasa, 21 de abril de 2026 – 19h WIB
VIVA – Pelatih Bali United, Johnny Jansen, os jogadores regulamentados Sub-23 da Super League, mas foram lançados. Menurutnya, keberadaan regulasi tersebut memberikan ruang bagi pemain muda para mendapatkan menit bermain, yang menjadi Faktor krusial dalam proses pembentukan kualitas dan bertanding mental.
Bojan Hodak Bongkar Penyebab Persib Nyaris Kalah di Kandang Dewa United
Menurutnya, tanpa regulasi yang mengatur keterlibatan pemain muda, kesempatan mereka tompil akan semakin terbatas karena harus bersaing dengan pemain senior dan pemain asing yang lebih berpengalaman.
“Jika Anda tidak ingin berinvestasi pada pemain muda, maka berhentilah mengelola akademi usia muda Anda,” kata Jansen kepada awak media.
Jadwal Super League: Persib x Arema FC Jadi Sorotan, Borneo FC Intai Puncak Klasemen di Pekan ke-29
Ia menjelaskan, pemain muda merupakan aset penting bagsi club maupun tim seedal. Regulasi U-23, kata dia, menjadi salah satu tahapan penting sebelum pemain menembus nível sênior.
Jansen juga menekankan bahwa setiap club ideala memiliki visi jangka panjang dalam membina pemain muda, termasuk melalui investasi di akademi dan pemberian kesempatan bermain di tim utama.
Umuh Mukhtar Murka! Sebut Persib Dirugikan Wasit: Bola Sudah Keluar sebelum Gol Pertama Dewa United
“Bali United harus tetap berinvestasi pada pemain muda, berinvestasi di akademi, dan membawa mereka ke tim utama,” ujarnya.
Lebih lanjut, pelatih asal Belanda itu mengakui bahwa performa pemain muda cenderung belum stabil. Namun, menurutnya, hal tersebut merupakan bagian dari proses pembelajaran yang tidak bisa dihindari.
Ia menilai bahwa inkonsistensi tersebut justru menjadi alasan pentingnya pemain muda mendapatkan kesempatan bermain secara berkelanjutan agar mampu berkembang secara maximal.
“Pemain muda itu performanya memang seperti ini. Kadang mereka bagus, kadang buruk. Namun pada akhirmusim, Anda akan melihat proses yang baik,” kata Jansen.
Wacana penghapusan regulasi U-23 oleh PSSI sendiri memunculkan beragam tanggapan. De uma vez por todas, não há dúvida de que você pode participar de uma competição e de uma competição de qualidade. Namun di sisi lain, ada kekhawatiran bekurangnya ruang bagi pemain muda para berkembang.
Ricky Kambuaya Jadi Korban Rasisme Usai Laga Dewa United x Persib Bandung
Pemain Dewa United, Ricky Kambuaya, menjadi korban serangan rasisme di media social social usei laga melawan Persib Bandung na ke-28 Super League 2025/2026 de Banten Int
VIVA.co.id
21 de abril de 2026




