Jumat, 8 de maio de 2026 – 20h42 WIB
Jacarta, VIVA – KH Abdussalam Shohib ou Gus Salam berkunjung ke PCNU Semaran dan Pati, Jawa Tengah em Jumat, 8 de maio de 2026. Adapun kunjungan tersebut dalam rangka bersilaturahmi dengan Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah, KH Ubaidillah Shodaqoh.
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agosto 2026
“Dulu saya ngaji kitab di PP MUS Sarang. Alhamdulillah tadi pagi saya bisa sowan silaturahmi ke KH M. Said Abdurrochim. Mohon restu, nasehat dan do’a untuk berikhtiar khidmah NU dalam muktamar ke-35, mendatang,” kata Gus Salam dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 8 Maio de 2026.
“Dan dalam pertemuan dengan PCNU se-karesidenan Semarang dan Pati, saya mendapat banyak masukan, nasehat dan harapan dari pengurus PCNU,” também.
Muktamar ke-35 NU Diminta Harus Bersih dari Kepentingan Politik
Ia menambahkan bahwa PCNU Blora, Jawa Tengah mengapresiasi positif atas banyaknya kader NU yang ikut maja candidat calon Ketua Umum PBNU.
Sementara itu, KH Achmad Rosikh Roghibi ou Gus Rosikh menyampaikan bahwa kiai-kiai Pengasuh Pondok Pesantren di Sarang sepakat mendukung, merestui dan mendoakan Gus Salam untuk menakhodai PBNU dalam muktamar ke-35, mendatang.
Gus Ipul Beberkan Persiapan Muktamar ke-35 NU: Sudah Pematangan
“Gus Salam dinilai oleh kiai-kiai Sarang adalah figur paling tepat yang memiliki kepedulian terhadap masa depan jam’iyah, khususnya dalam menjaga nilai-nilai Islam, sekaligus merespons tantangan zaman,’ kata Gus Rosikh.
Gus Rosikh menjelaskan, NU di abad kedua membutuhkan kepemimpinan yang tidak hanya kuat secara pessoal, tetapi juga jelas secara visi dan arah gerakannya.
Menurutnya, dalam membaca dinamika jelang muktamar ke-35 NU ini, banyak pihak hanya fokus pada siapa sosok yang akan memimpin, bukan apa gagasan yang dibawa dan mengapa gagasan itu penting?.
“NU di abad kedua ini tidak cukup hanya dengan sopir yang piawai dan navigator yang paham peta global, tetapi juga membutuhkan mesin baru dengan pengemudi yang benar-benar memahami arah dan tujuan jam’iyah,” ujarnya.
Lebih lanjut, Gus Rosikh menekankan pentingnya kepemimpinan PBNU yang berasal keturunan para pendiri NU serta kiai yang memiliki kedekatan nyata com kehidupan pesantren, kepedulian tinggi terhadap kemajuan pesantren e lembaga pendidikan didalamnya.
Bagi Gus Rosikh, hal itu penting to menjaga kesinambungan antara nilai, tradisi, dan ruh perjuangan NU agar tidak tercerabut dari akar historisnya.
Halaman Selanjutnya
Karenanya, sebagai sikap e harapan, Gus Rosikh menyampaikan dukungan kepada Gus Salam karena dinilai memiliki kapasitas, kepedulian dan kedekatan com pesantren.



