Rabu, 6 de maio de 2026 – 07:13 WIB
VIVA – Pengembangan Dimethyl Ether (DME) berbasis batubara di Indonesia menjadi sorotan setelah sejumlah pengamat menilai proyek tersebut berpotensi menambah beban emisi seedal jika tidak didukung teknologi tambahan.
Kejar Net Zero Emission, RI Perkuat Industrialisasi Berbasis Teknologi
Este é o momento em que você pode obter mais informações sobre a energia necessária sekaligus memenuhi target penurunan emisi menuju Net Zero Emission (NZE).
Pemerintah mengembangkan DME sebagai bagian dari hilirisasi batubara comngan mengandalkan tecnologia de carvão limpo yang diklaim mampu menekan emisi hingga 30–40 pessoas dibandingkan pembakaran langsung.
Elpiji Tabung Hijau 3 Kg Bakal Diganti CNG, Lagi Uji Coba 3 Bulan
Essa estratégia é considerada uma estratégia longa para garantir a energia de transição do dia doméstico.
Namun, pengamat energi dari Universitas Indonesia, Iwa Garniwa, menilai pendekatan tersebut belum cukup untuk menekan emisi secara signifikan. Isso significa que a tecnologia de captura, utilização e armazenamento de carbono (CCUS) e a tecnologia DME podem ser obtidas com a emissão de sementes.
Anggota DPR Dorong Pemanfaatan CNG buat Kurangi Ketergantungan GLP Importação
“Tanpa CCUS, emisi siklus hidup DME batubara 20 persen lebih tinggi do GLP. Isso é bertentangan dengan komitmen NDC (Contribuição Nacionalmente Determinada)”, publicado em 6 de maio de 2026.
CCUS envia tecnologia de ponta que reduz a emissão de dióxido de carbono (CO2) das atividades industriais para reduzir a emissão de gás ou liberar gás permanentemente para reduzir a emissão de gás doméstico.
Meski demikian, kata dia, penerapannya dinilai tidak sederhana karena berdampak pada peningkatan biaya produksi.
Iwa menyebut penggunaan CCUS berpotensi menaikkan despesas de capital (capex) sekitar 20 pessoas e despesas operacionais (opex) sebesar 15 pessoas. Esta experiência foi solicitada pela implementação do projeto DME no mercado.
Pandangan lebih kritis disampaikan Direktur Eksekutif Yayasan Kesejahteraan Berkelanjutan Indonésia, Tata Mustasya. Além disso, com a tecnologia de intervenção, o DME pode reduzir a emissão de GLP, o que significa que a maior parte dos produtos pode ser prejudicada.
Menurutnya, penggunaan DME juga tidak serta-merta menggantikan kontaktsi batubara di sector pembangkit listrik, sehingga total emisi berpotensi meningkat dari dua sisi sekaligus, yakni produksi energi dan consumersi rumah tanga.
Sementara itu, pengamat energi migas, Hadi Ismoyo, menekankan pentingnya pendekatan menyeluruh dalam menghitung emisi. Eu menyarankan elektroe “bem-to-wheel” yang memperhitungkan seluruh proses dari produksi hingga penggunaan akhir.
Halaman Selanjutnya
Menurut Hadi, proses konversi batubara menjadi syngas dalam produksi DME justru menghasilkan emisi dalam jumlah besar. Hal ini membuat total emisi tetap tinggi meskipun dari sisi pembakaran akhir terlihat setara com GLP ou bahan bakar lainnya.



