Sabtu, 2 de maio de 2026 – 18h02 WIB
Jacarta, VIVA – Dunia dramamusikal Indonésia kembali diramaikan oleh kehadiran “MAR”, sebuah pertunjukan megah yang mengangkat karya-karya legendaris Ismail Marzuki. Em 2026, ArtSwara kembali membawamusikal tersebut ke panggung dengan energi baru, termasuk kehadiran nama-nama seperti Tanta Ginting e Teza Sumendra yang ikut ambil bagian.
Retorno ke Layar Lebar, Olga Lydia Rasakan Makna Cinta hingga Dampak Perselingkuhan
A música “MAR” bukan sekadar hiburan, tetapi juga menyajikan kisah cinta yang berlatar sejarah Indonésia. Cerita berfokus pada Mar (diperankan Gabriel Harvianto), seorang prajurit Tentara Keamanan Rakyat, e Aryati (diperankan Galabby Thahira), sukarelawati rumah sakit di Bandung tahun 1946. Hubungan keduanya diuji oleh konflik besar, termasuk peristiwa Bandung Lautan Api yang memisahkan mereka. Role ke bawah para simak artikel selengkapnya.
Pertunjukan Panggung Musikal Keluarga Cemara 2025 Siap Digelar, Sajikan Penampilan Megah
Kembalinya “MAR” ke panggung bukan tanpa alasan. Sang sutradara, Maera, mengaku masih ingin menggali potensi cerita ini lebih dalam.
“Mungkin alasan utamanya karena memang secara pribadi saya belum puas. Masih ada yang bisa digali dari Mar yang kita hadirkan tahun lalu,” ungkap Maera saat konferensi pers di Jacarta Selatan pada Sabtu, 2 de maio de 2026.
Drama Musical ‘Desvendado’ Tegaskan Teknologi Gak Bisa Gantikan Empati
Selain itu, permintaan penonton juga menjadi factor penting. Antusiasme tinggi pada pertunjukan sebelumnya membuat banyak orang yang belum sempat menonton kini mendapat kesempatan kedua.
Esta música foi lançada em 15–17 de maio de 2026 por Ciputra Artpreneur, com conhecimentos mais avançados e técnicas mais adequadas.
Perjalanan Tanta Ginting: Dari Film Kembali ke Musikal
![]()
Salah satu sorotan datang dari Tanta Ginting yang akhirnya kembali ke duniamusikal setelah lama vakum. Ia mengaku sempat meninggalkan panggung karena minimnya produksimusikal di Indonesia.
“Jadi akhirnya aku dengan berat hati harus meninggalkan duniamusikal karena memang tidak ada communitasnya,” ungkap Tanta usai acara konferensi pers.
Namun kini, eu ia kembali com tekad kuat para aprender dari nol. Bahkan ia menegaskan kesiapannya para berkembang demi bisa tapil maximal.
“Kalau pas sempat ditawarin sama ibu (Maera) aku udah como aku gak akan nolak sih dan aku akan belajar semati-matinya sampai bisa jadi bagianmusikal,” tambahnya.
Halaman Selanjutnya
Menurutnya,musikal adalah bentuk seni pertunjukan paling complex karena menggabungkan tiga kemampuan sekaligus, yakni akting, vokal, dan gerak tubuh. Ia juga menambahkan bahwa semua dilakukan secara live, tanpa rekaman, sehingga menuntut konsistensi tinggi dari para pemain.



