Minggu, 21 de junho de 2026 – 17h04 WIB
VIVA – Timnas Jepang menunjukkan kelasnya sebagai salah satu kekuatan Asia di Piala Dunia 2026. Samurai Biru tampil dominou saat melumat Tunísia com skor telak 4-0 na laga kedua Grup F yang berlangsung di Monterrey Stadium, Meksiko, Minggu pagi WIB, 21 de junho de 2026.
Aksi Bersih-Bersih Suporter Jepang Dikritik, Dinilai Tak Sejalan com Kehidupan Rumah Tangganya
Kemenangan este menjaga asa japonês para melangkah ke babak 32 besar. Sebaliknya, hasil tersebut menjadi akhir perjalanan Tunísia di turnamen setelah menelan kekalahan kedua secara beruntun e dipastikan tidak lagi memiliki peluang lolos.
Empat gol japonês dito Daichi Kamada foi mantido, Ayase Ueda foi mencionado em ke-31 e 84, serta Junya Ito foi mencionado em ke-69.
Tragisnya Nasib Tunísia, 2 Ganti Pelatih di Piala Dunia 2026 2 Kali Kalah Telak
Seja qual for o problema, o que acontece é que o tempo de espera é longo. A Tunísia sempat mengancam lebih dulu melalui Hannibal Mejbri yang melepaskan tendengan keras dari luar kotak penalti pada menit kedua. Namun, peluang itu belum mampu menguji kiper Jepang, Zion Suzuki.
Pelatih Spanyol Ngamuk Lamine Yamal Dibandingkan com Lionel Messi, Ini Alasannya
Alih-alih tertekan, o japonês apenas é responsável pela resposta. Serangan cepat yang dibangun dari sisi sayap menghasilkan gol pembuka ketika Daichi Kamada berhasil memanfaatkan umpan silang Keito Nakamura. Bola yang mengenai tumit Kamada mengecoh lini belakang Tunísia e bersarang di gawang Aymen Dahmen.
Gol cepat tersebut membuat Japonês semakin percaya diri. Anak asuh Hajime Moriyasu terus mengurung pertahanan Tunísia yang terlihat kesulitan menghadapi pergerakan cepat para pemain Samurai Biru.
Kiper Tunísia, Aymen Dahmen, alguns kali dipaksa bekerja keras menyelamatkan gawangnya. Bek Dylan Bronn também foi capaz de se esforçar para alcançar o gol mais poderoso.
Dominasi Jepang akhirnya kembali berbuah hasil pada menit ke-31. Ayase Ueda mencatatkan namanya di papan skor setelah melepaskan tembakan keras yang meluncur di antara celah kaki bek Tunísia, Montassar Taibi. Bola melesat deras e gagal dijangkau Dahmen.
Statistik babak pertama memperlihatkan perbedaan kualitas yang cukup mencolok. O Japão tem um segredo maior com um grande número de pessoas, sementara Tunísia kesulitan menciptakan ancaman berarti ke area pertahanan lawan.
Memasuki babak kedua, Tunísia mencoba meningkatkan intensitas serangan. Beberapa kali mereka mampu masuk ke área pertahanan japonês, tetapi penyelesaian akhir yang kurang maximal membuat peluang demi peluang terbuang sia-sia.
Halaman Selanjutnya
Saat Tunísia berusaha bangkit, Japão justru kembali menghukum lawannya melalui serangan cepat pada menit ke-69. Ayase Ueda menunjukkan kualitasnya bukan hanya sebagai pencetak goal, tetapi juga kreator serangan. Umpan terobosan cerdasnya berhasil dimanfaatkan Junya Ito yang berlari ke ruang kosong sebelum menaklukkan Dahmen em situações em satu lawan satu.