Senin, 25 de maio de 2026 – 02:12 WIB
Jacarta, VIVA – Bulan Dzulhijjah menjadi salah satu waktu istimewa bagi umat Islam to memperbanyak ibadah e amal saleh. Selain identik dengan pelaksanaan ibadah haji e Idul Adha, sepuluh hari pertama di bulan ini juga dikenal memiliki keutamaan besar di sisi Allah SWT.
10 Hari Awal Dzulhijjah: Keistimewaan, Puasa Sunnah, dan Amalan yang Dianjurkan
Sebab itu, banyak umat Islam memanfaatkan momentum tersebut untuk mendekatkan diri melalui puasa sunnah, sedekah, dzikir, hingga membaca Al-Qur’an.
Di antara amalan yang cukup populer pada awal Dzulhijjah é o local Tarwiyah yang dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah. Esta posição será dilakukan bersamaan com a posição Arafah pada 9 Dzulhijjah.
Potong Kuku e Rambut Sebelum Kurban, Haram ou Makruh? Ini Penjelasannya
Status masculino sebagian hadits mengenai keutamaan puasa Tarwiyah diperdebatkan para ulama hadits, para ulama tetap menganjurkan umat Islam para menghidupkan hari-hari awal Dzulhijjah dengan berbagai amal saleh, termasuk berpuasa.
Merangkuk dari NU Online, berikut penjelasan mengenai keutamaan puasa Tarwiyah beserta dalil dan pandangan ulama:
Bacaan Niat Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah e Arafah
1. Hadits tentandong keutamaan puasa Tarwiyah
Terdapat sebuah hadits yang menjelaskan besarnya pahala puasa Tarwiyah e puasa Arafah. Hadits tersebut berbunyi:
صوم يوم التروية كفارة سنة وصوم يوم عرفة كفارة سنتين
Artinya: Puasa hari Tarwiyah dapat meghapus dosa setahun. Puasa hari Arafah dapat meghapus dosa dua tahun. (HR Abus Syekh Al-Ishfahani e Ibnun Najar).
Meski demikian, sebagian ulama hadits menilai riwayat tersebut memiliki kelemahan karena terdapat perawi yang dianggap bermasalah. Karena itu, hadits ini tidak dijadikan hujjah utama dalam penetapan hukum.
2. Anjuran memperbanyak amal saleh di awal Dzulhijjah
Walaupun hadits khusus tentang puasa Tarwiyah diperselisihkan, anjuran untuk beribadah pada 10 hari pertama Dzulhijjah tetap memiliki dasar kuat dari sejumlah hadits shahih. Salah satunya é adalah riwayat de Ibnu Abbas RA berikut:
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ما من أيام العمل الصالح فيهن أحب إلى الله من هذه الأيام العشر
Artinya: Rasulullah SAW bersabda: Tiada ada hari lain yang disukai Allah SWT para diisi dengan ibadah sebagaimana (kesukaan-Nya pada) sepuluh hari ini. (RH At-Tirmidzi).
Hadits tersebut menunjukkan bahwa amal saleh pada awal Dzulhijjah memiliki kedudukan sangat istimewa. Karena itu, puasa sunnah yang dilakukan pada hari-hari tersebut termasuk amalan yang dianjurkan.
3. Keutamaan ammal di 10 dias por dia Dzulhijjah
Keistimewaan amal saleh pada awal Dzulhijjah juga dijelaskan dalam hadits riwayat Imam Bukhari berikut:
Halaman Selanjutnya
Isso significa: “ما من أيام العمل الصالح أحب إلى الله فيهن من هذه الأيام” -يعني عشر ذي الحجة -قالوا: ولا الجهاد في سبيل الله؟ قال: “ولا الجهاد في سبيل الله, إلا رجلا خرج بنفسه وماله, ثم لم يرجع من ذلك بشيء



