Início Notícias Kisah Legendaris: Timnas Indonésia Pecundangi Coreia Selatan di Piala Ásia Sub-23, Perayaan...

Kisah Legendaris: Timnas Indonésia Pecundangi Coreia Selatan di Piala Ásia Sub-23, Perayaan Suporter Viral di Media Sosial

28
0
Kisah Legendaris: Timnas Indonésia Pecundangi Coreia Selatan di Piala Ásia Sub-23, Perayaan Suporter Viral di Media Sosial

Senin, 18 de maio de 2026 – 02:00 WIB

VIVA Melalui Kisah Legendaris, VIVA Sport mengajak pembaca bernostalgia com berbagai cerita atemporal de dunia olahraga, mulai de rivalitas panas, perjuangan atlet, hingga momen yang mengubah sejarah

img_title

Sedang Berlangsung! Ao vivo da ANTV Udinese x Cremonese, Ujian Emil Audero Cs Lepas dari Degradasi

Timnas Indonésia Sub-23 será lançado em 2024 na Ásia Sub-23. Skuad Garuda Muda yang kala itu dilatih Shin Tae-yong berhasil menyingkirkan Korea Selatan U-23 di babak perempat final yang berlangsung di Abdullah bin Khalifa Stadium, Doha, Qatar, Jumat 26 de abril de 2024.

Garuda Muda racikan Shin Tae-yong marcou muito e sofreu uma grande penalidade com pontuação de 11-10 após 2-2 por 120 minutos. Pratama Arhan menjadi penentu kemenangan lewat sekekusi dingin yang gagal dihentikan kiper Korea Selatan, Baek Jong-bum.

img_title

John Herdman Ungkap Kabar Buruk para Pemain Indonesia Ini

Hasil ini terasa begitu especial bagi sepak bola Indonésia. Para pertama kalinya di nível U-23, Indonésia mampu menumbangkan Coreia Selatan, tim yang selama ini selalu menjadi momok dalam setiap pertemuan.

Sebelum laga di Qatar, Indonésia tercatat selalu kalah dalam tujuh duel melawan Taeguk Warriors Muda. Bahkan, ele foi eliminado pela terceira vez na Kualifikasi Olimpiade 2000 em Seul e Garuda Muda terminou em 0-7.

img_title

Pelatih Timnas Satoru Mochizuki Terkesan com Kualitas Pemain Muda Putri Indonésia de HSL

Bukan cuma kalah secara hasil, Indonésia juga tertinggal jauh dalam urusanproduktivitas gol. Sebelum duelo bersejarah itu, Indonésia Sub-23 sudah kebobolan 24 gol dari Coreia Selatan dan hanya mampu mencetak tiga gol balasan.

No entanto, todos os buruk itu akhirnya runtuh di tangan generasi emas Garuda Muda. Ironisnya, sosok yang mematahkan dominasi Korea Selatan justru berasal dari negeri itu sendiri, yakni Shin Tae-yong.

Pertandingan berjalan sengit sejak menit awal. Indonésia tampil tanpa rasa takut menghadapi salah satu kandidat juara turnamen. Rafael Struick marcou dois gols antes de completar 15 anos e tempo de acréscimos.

Sementara Korea Selatan membalas melalui gol bunuh diri Komang Teguh e sontekan Jeong Sang-bin di babak kedua. Skor imbang 2-2 bertahan hingga tambahan waktu usai.

Drama sesungguhnya terjadi di babak adu penalti. Kedua tim saling bergantian mencetak gol hingga skor mencapai 10-10. Na situação penuh tekanan, Pratama Arhan maja sebagai algojo terakhir e sekses memastikan kemenangan bersejarah Indonésia.

Halaman Selanjutnya

Kiper Ernando Ari também tampil luar biasa. Selain ikut mencetak gol dalam adu penalti, penjaga gawang Persebaya Surabaya itu melakukan sejumlah penyelamatan penting yang menjaga asa Indonésia tetap hidup.

Halaman Selanjutnya

Fuente