Jumat, 8 de maio de 2026 – 01h30 WIB
Jacarta, VIVA – Ahmad Dhani não sabe o que fazer e penilaian negatif yang ia rasakan selama puluhan tahun. Musisi sekaligus anggota DPR tersebut mengaku sudah terbiasa menghadapi berbagai serangan terhadap dirinya sejak lama.
Eks Guru SD Bongkar Betapa Tertekannya Al Ghazali e El Rumi Sewaktu Kecil Gegara Konflik Orang Tua
Pernyataan itu muncul saat Ahmad Dhani berbicara mengenai kondisi putrinya, Shafeea Ahmad, yang belakangan ramai mendapat hujatan internautas de mídia social. Dhani trocadilho mecoba membro dukungan mental kepada cantou putri agar tidak larut dalam comentário negativo público. Role ke bawah para simak artikel selengkapnya.
Dalam keterangannya, Dhani bahkan mengungkap bahwa dirinya merasa sudah mengalami “pembunuhan karakter” sejak sekitar dua década lalu. Namun menurutnya, pengalaman panjang tersebut justru membuat mentalnya semakin kuat menghadapi tekanan.
TERPOPULER: Semua Klaim Ahmad Dhani Dipatahkan Sosok Ini, El Rumi Tulis Pesan Menyentuh para Irwan Mussry
“Seperti kita semua tau lah sejak 20 tahun lalu kan karakter saya dibunuh terus kan dan saya nggak mati-mati akhirnya menjadi saya lebih kuat,” ucap Ahmad Dhani yang dikutip dari tayangan YouTube em Jumat, 8 de maio de 2026.
Belakangan nama Shafeea Ahmad ikut menjadi perbincangan hangat setelah beredar vídeo dirinya menangis sambil dipeluk Ahmad Dhani. Vídeo tersebut diunggah langsung oleh Dhani e langsung memancing beragam reaksi publik.
Akun Instagramnya Diretas e Dipakai Nipu Jual Emas, Ahmad Dhani Lapor Polisi
Dalam narasi unggahannya, Dhani mengaitkan tangisan Shafeea com ucapan mantan istrinya, Maia Estianty, saat acara siraman El Rumi. Seja como for, Shafeea ikut menjadi sasaran comenta pedas internautas.
Situasi tersebut membuat publicikut menyoroti kondisi mental remaja tersebut. Banyak yang menilai Shafeea seharusnya tidak ikut terseret dalam konflik yang ramai diperbincangkan orang dewasa.
Melihat putrinya terus mendapat comentário negativo, Ahmad Dhani mencoba memberikan penguatan secara pribadi. Ia mengaku sengaja mengirim pesan melalui WhatsApp agar kata-kata tersebut bisa terus dibaca oleh Shafeea kapan saja.
“Kamu tahu Ayah barusan jumpa pers, semua kebenaran untuk yang IQ-nya di atas 90. Kamu nggak usah peduli sama yang dungu. O que não mata te torna mais forte”, kata Dhani.
Dhani juga menjelaskan alasan dirinya memilih menyampaikan pesan lewat tulisan dibanding secara langsung.
“Kenapa di WA? Karena diingat terus, kalo ngomong lupa,” katanya lagi.
Halaman Selanjutnya
Menurut Dhani, pengalaman menghadapi kritik selama bertahun-tahun membuatnya belajar bahwa tekanan publik tidak selalu harus dijawab dengan emosi. Ia ingin Shafeea memiliki mental yang kuat agar tidak muh runtuh oleh commentar orang lain.



