Minggu, 15 de março de 2026 – 09:40 WIB
América Serikat, VIVA –O senador sênior Amerika Serikat memperingatkan bahwa serangan milite Amerika Serikat e Israel terhadap Irã telah mendorong kawasan Timur Tengah ke dalam krisis yang semakin memanas com cepat. O presidente Donald Trump disse que ‘kehilangan kendali’ foi o primeiro a entrar em conflito.
Jadi ‘Kunci’ Tekan Irã, Seberapa Penting e Startegis Pulau Kharg? Simak Fakta Menariknya
O senador do Partido Democrata, Chris Murphy, anunciou sua posição como parte da plataforma
“Sekarang sudah sangat jelas bahwa Trump telah kehilangan kendali atas perang ini.
Donald Trump Sebut Membasmi Pemimpin Irã Adalah Kehormatan Besar Baginya
Menurutnya, Krisis pertama berpusat di Selat Hormuz, jalur pelayaran sempit yang menjadi jalur lewat lebih dari 20 persen pasokan minyak dan gas dunia.
Murphy se memperingatkan bahwa Washington memehkan kemampuan Teerã para aumentar o tempo de espera.
Milisi no Iraque Tawarkan Rp 1.9 Miliar Bagi Warga yang Beri Informasi Pejabat AS
“Trump yakin Iran tidak akan menutup Selat Hormuz. Ternyata ia salah. Sekarang harga minyak mulai melonjak,” tulisnya.
Sang senador menjelaskan bahwa penggunaan drone, kapal cepat, dan ranjau laut oleh Iran membuat jalur perairan itu sangat sulit diamankan. Menurutnya, senjata-senjata tersebut tidak bisa begitu saja dihilangkan karena jumlahnya sangat banyak, tersebar luas, dan tersembunyi.
Murphy também mengatakan bahwa mengawal kapal petroleiro yang melintas di selat itu akan menempatkan angkatan laut Amerika Serikat dolam risiko besar.
Krisis kedua, menurut Murphy, berkaitan com semakin besarnya peran drone dalam peperangan modern.
“O Irã bisa menyerang fasilitas minyak di Kawasan Timur Tengah terus-menerus karena mereka memiliki banyak drone bersenjata yang murah,” tulisnya.
Murphy menyinggung sejumlah serangan di kawasan Teluk yang mengganggu jalur pelayaran dan produksi energi. Ia juga mengingatkan bahwa perang di Ukraina sudah menunjukkan bagaimana drone telah mengubah cara perang modern.
“Andai Trump memperhatikan perang di Ukraina, ia pasti menyadari bahwa pola peperangan sudah berubah. Tapi ia tidak melakukannya dan itu menjadi kesalahan besar,” tulisnya.
Halaman Selanjutnya
Di saat yang sama, sistema pertahanan udara di berbagai negara kawasan juga mulai kewalahan. Israel bahkan telah memperingatkan Washington bahwa persediaan pencegat rudel balistiknya mulai menipis ketika perang memasuki minggu ketiga.



