Sabtu, 16 de maio de 2026 – 18h03 WIB
Jacarta, VIVA – Duka atas kepergian Epy Kusnandar rupanya masih menyisakan luka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan. Sang istri, Karina Ranau, kini harus menghadapi comentar pedas dari warganet setelah mengunggah vídeo kenangan bersama almarhum suaminya di media social.
Kesal Kematian Epy Kusnandar Jadi Bahan Gunjingan, Karina Ranau Lapor Polisi
Vídeo tersebut alnya dibuat Karina sebagai hadiah fora de casa para putra mereka, Quentin. Ia menyusun sendiri berbagai documentasi lama yang berisi momen kebersamaan dengan Epy Kusnandar sebagai bentuk pengobat rindu sekaligus cara mengenang sosok sang suami. Role lebih lanjut yuk!
Namun unggahan bernuansa nostalgia itu justru menuai comentar kasar dari salah satu akun media social. Karina mengaku sangat terpukul lantaran comentar tersebut dinilai sudah melampaui batas kemanusiaan.
Foto Epi Kusnandar Dicatut Toko Jaket Kulit Online, Karina Ranau: Di Mana Hati Nurani Kalian?
“Ya itu sebagian dari pengobat hati saya gitu, saya edit sendiri dari sampai saya ninggalin warung gitu saya susun gitu video, tapi tiba-tiba dikomen gitu sama dia,” kata Karina Ranau, mengutip tayangan YouTube, sabtu 16 de maio de 2026.
“Dan itu sakit banget komennya, ‘mampus dia sudah mati, mampus dia sudah mati’.”
Caleidoscópio 2025: 20 Artis Meninggal Dunia Tahun Ini, Ada yang Sakit hingga Kecelakaan
Karina Ranau menegaskan bahwa video kenangan yang diunggahnya sama sekali bukan to mencari popularitas ataupun keuntungan financeira. Ia membantah tudingan sejumlah netizen yang menilai dirinya sengaja membuat content seputar makam dan kenangan bersama Epy Kusnandar demi meraup uang dari media social.
Menurutnya, seluruh documentasi tersebut dibuat murni untuk mengabadikan momen berharga bersama sang suami. Bahkan, hal itu merupakan pesan yang pernah disampaikan Epy Kusnandar semasa hidup.
“Momen itu jangan pernah hilang ya Bun, apapun yang terjadi. Sedikit trocadilho momen itu harus diabadikan,” kata Karina Ranau.
“Dan saya tidak mencari keuntungan dori konten-konten saya di makam. Saya enggak ada canal YouTube, saya enggak ada yang menghasilkan uang dari situ enggak ada. Hanya benar-benar saya mengabadikan itu,” lanjutnya.
Selama ini Karina Ranau mengaku memilih diam dan mencoba bersabar menghadapi beragam comentar negativo yang muncul setelah kepergian suaminya. Namun kali ini, ia merasa comentar yang diterima sudah terlalu menyakitkan e berdampak pada kondisi mental keluarga, terutama anak mereka.
Halaman Selanjutnya
“Mungkin buat sebagian orang akan como ‘ah lebay’ melihat saya datang sama anak saya ke sana (Polres). Tapi apapun lah orang mau bilang apa, karena itu menyangkut psikologis anak saya dan juga keluarga,” disse Karina Ranau.



