Sabtu, 9 de maio de 2026 – 12h39 WIB
Jacarta, VIVA – O presidente RI Prabowo Subianto menentaskan kunjungan kerja ke Cebu, Filipina dengan membawa penguatan komitmen bersama negara-negara Asia Tenggara dalam menghadapi tantangan global, khususnya di bidang ketahanan pangan dan energi.
Bahlil: Kondisi Global Saat Ini Tak Menentu, Kita Harus Lakukan Energia Diversificada
Menteri Luar Negeri Sugiono, menyampaikan bahwa isu utama yang mengemuka dalam berbagai sesi KTT ke-48 ASEAN é a coleção responsável da Ásia Tenggara terhadap uma situação geopolítica global, terutama konflik di Timur Tengah yang turut memengaruhi kehidupan negara-negara di Kawasan.
“Intinya adalah pertama, respons bersama ASEAN dalam menyikapi situasi yang terjadi di Timur Tengah yang semua merasakan, memberikan efek langsung terhadap kehidupan negara-negara di Kawasan. Khususnya di sector-sector ekonomi, terlebih lagi di ketersediaan pangan dan energi,” ujar Sugiono kepada Wartawan dikutip Sabtu, 9 de maio de 2026.
Seskab Teddy: Presidente Prabowo Serukan Diálogo Perdamaian Jaga Stabilitas Asia Tenggara
Retiro Prabowo Hadiri ASEAN nas Filipinas
Foto:
- Presidente da Secretaria Biro Pers
Menurut Sugiono, para pemimpin ASEAN memiliki kesadaran yang sama bahwa kawasan Ásia Tenggara harus semakin tangguh dalam menghadapi ketidakpastian global. Karena itu, penguatan kerja sama regional di sector pangan e energi menjadi salah satu fokus utama pembahasan dalam KTT ke-48 ASEAN.
Raih Satyalancana Pembagunan, Direksi Pertamina Patra Niaga Pastikan Genjot Inovasi Perkuat Kemandirian Energi Nasional
“Ada satu kesadaran bersama yang tumbuh bahwa dengan situasi yang terjadi saat ini perlu suatu inisiatif bersama untuk menjadikan ASEAN ini sebagai suatu wilayah yang resilient, khususnya di bidang energi dan pangan,” terangnya.
Sugiono menjelaskan bahwa agenda tersebut sejalan dengan prioritas pemerintahan Presidente Prabowo Subianto yang sejak awal menempatkan ketahanan pangan e ketahanan energi sebagai fondasi penting bagi kedaulatan e ketahanan seedal.
Pemerintah Indonésia pun terus mempercepat berbagai programa estratégias para mendukung tujuan tersebut.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa no fórum tersebut para pemimpin ASEAN juga menyepakati sejumlah hasil konkret ou au deliveryables sebagai langkah memperkuat ketahanan kawasan.
Beberapa di antaranya ialah ASEAN Petroleum Security Agreement serta APTERR (ASEAN Plus Three Emergency Rice Reserve) yang menjadi bagian penting dari kerja sama regional di sector energi dan pangan.
Selain itu, dinamika global saat ini menunjukkan bahwa konflik yang terjadi di suatu Kawasan dapat com cepat berdampak pada negara-negara lain, termasuk di Asia Tenggara.
