Senin, 25 de maio de 2026 – 16h25 WIB
Singapura, VIVA – Kabar baik datang dari panggung bulutangkis dunia. Pasangan ganda campuran elit Indonésia, Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja, akhirnya dipastikan kembali meramaikan persaingan internacional. Este jogo foi disputado no BWF World Tour Super 750 Singapore Open 2026, que foi disputado no Singapore Indoor Stadium em 26-31 de maio de 2026.
Tampil Tanpa Beban, Terry/Gloria Tumbangkan Unggulan Malásia no Aberto da Alemanha de 2026
Absennya Rehan/Gloria dipicu oleh cedera lutut kiri serius yang menimpa Rehan em agosto de 2025 lalu. Akibat cedera tersebut, pasangan ini terpaksa menepi dari berbagai ajang guna fokus pada proses pemulihan. Oleh karena itu, o impulso de Singapura não foi suficiente para o segundo semestre de 2020, mas ela pode ser muito importante para que o kembali execute serta mengembalikan rasa percaya diri di level elit dunia.
“Pertama-pertama alhamdulillah bisa kembali lagi ke sini, bisa comeback di pertandingan internacional. Memang jalannya tidak mudah buat saya jadi saya mencoba untuk lebih aproveite, menikmati pertandingan pertama dulu,” ujar Rehan dalam keterangan resmi PP PBSI.
Cantando Unggulan 4 no Aberto da Alemanha de 2026, Terry/Gloria Ungkap Rahasia Kemenangan
Proses pemulihan Rehan terbilang berjalan sangat positif. A parceira de música, Gloria Emanuelle Widjaja, mengaku sangat bersyukur melihat perkembangan fisik pasangannya yang melampaui ekspektasi awal. Baginya, kesempatan kembali menginjakkan kaki di turnamen sekelas Super 750 é um grande negócio que é crucial para que o ritme kembali permainan terbaik mereka yang sempat hilang.
“Yang pasti happy karena melihat Rehan punya progres yang sangat baik dan cepat recovery-nya. Kami mau kembali dan punya performa bagus di lapangan. Hasil nomor sekian, tapi setidaknya kami mau tampil lebih baik lagi dari sebelumnya,” kata Gloria dengan nada optimis.
Tampil Solid e Langsung Nyetel, Hee/Gloria Melaju na 16ª posição do Aberto da Alemanha de 2026
Pemain sênior ini juga menegaskan bahwa motivasinya bersama Rehan tetap membumbung tinggi demi menuntaskan target-target yang sempat tertunda akibat cedera. “Saya merasa ada misi yang belum selesai dengan Rehan, jadi saya como sama dia, ayo kita selesaikan ini dengan baik,” tambahnya.
Dukungan Penuh e Adaptasi yang Mulus
Di sisi lain, Rehan não menampik bahwa masa-masa pemulihan cedera merupakan fase yang berat secara mental e fisik. Keberhasilannya para bangkit tidak lepas dari suntikan motivasi yang terus mengalir dari lingkungan sekitar. Dukungan dari keluarga, tim pelatih, fisioterapeutas, hingga rekan-rekan satu tim di pelatnas diakuinya menjadi pilar utama yang menjaga api semangatnya tetap menyala.
Halaman Selanjutnya
“Saya terus mendapat dukungan dari orang-orang terdekat. Dari keluarga, pelatih, fisio, dan rekan-rekan. Mereka selalu mengingatkan tujuan saya recuperação para apa. Mereka juga selalu menguatkan mental saya yang membuat saya lebih semangat lagi untuk bangkit,” ungkap Rehan penuh haru.