Início Notícias Sempat Buron Usai Tikam Pemuda Depan Puskesmas Gegara Masalah Sepele, 2 Pelaku...

Sempat Buron Usai Tikam Pemuda Depan Puskesmas Gegara Masalah Sepele, 2 Pelaku di Gowa Akhirnya Menyerah

19
0
Sempat Buron Usai Tikam Pemuda Depan Puskesmas Gegara Masalah Sepele, 2 Pelaku di Gowa Akhirnya Menyerah

Senin, 4 de maio de 2026 – 12h29 WIB

Gowa, VIVA – Sebanyak dua pelaku penganiayaan yang viral setelah menikam seorang pemuda bernama Umar Sidik (24) di depan Puskesmas Tompobulu, Malakaji, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, akhirnya menyerahkan diri setelah sempat buron.

img_title

Hardiknas 2026 em Jacarta Dijaga 3.545 funcionários, Polisi Siaga di Monas hingga DPR!

“Korban mengalami luka tusuk pada bagian perut diduga dilakukan oleh pelaku inisial S dan R yang saat ini sudah menyerahkan diri ke Polres Gowa,” tutur Pelaksana Tugas Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Gowa, Iptu Arman Tarru, Senin, 4 de maio de 2026.

Kejadian tindak pidana kekerasan secara bersama-sama tersebut, kata Arman, terjadi pada Rabu, 29 de abril de 2026, sekitar pukul 22.40 BEM-VINDO ao depan Puskesmas Tompobulu, Kelurahan Malakaji, Gowa.

img_title

Kabar Purbaya Dirawat de Rumah Sakit Mencuat, Wamenkeu: Insyaallah Sehat, Doakan saja

No seu celular, você pode escolher o menu para ir para a casa de Wilayah Dusun Pajagalung, Desa Tanete sehingga berhenti para memeriksa kendaraannya. A localização do local pode ser sepi.

Korban Umar berusaha memperbaiki pengapian mesin mobilea hingga berbunyi, hanya saja suara knalpot brongnya menimbulkan suara keras e bising saat di gas, sehingga mengganggu warga membuat para pelaku mendatanginya dan menegur, dan terjadi cekcok, lalu menikam korban pada bagian perut.

img_title

Sindikat Oplos LPG Subsidi di Klaten Nyaris Buat Rugi Negara Rp6.7 M! 1.400 Tabung Lebih Disita

Akibat serangan tersebut, korban langsung terjatuh dengan luka serius, kritis. Sedangkan terduga pelaku langsung melarikan diri. Warga melihat kejadian itu berusaha menyelamatkan korban ke dalam puskesmas lalu dirujuk ke RSUD Jeneponto, e dirujuk kembali ke RS Wahidin Sudirohusodo Makassar.

Setelah kejadian itu, pihak keluarga korban e warga mendatangi Polsek Tompobulu meminta polisi segera menangkap pelakunya, sebab setelah dilaporkan, dari keterangan warga polisi belum bertindak. Vídeo tersebut sempat viral na mídia social. Selang sehari para pelaku akhirnya menyerahkan diri.

Iptu Amran menyatakan, penyidik ​​​​masih mendalami motivo kejadian mengingat ada dua informasi yang berbeda baik dari pihak korban maupun versi pelaku yang berdalih korban memulai lebih dulu marah ditegur setelah menggas-gas knalpot brong mobilea.

“Motivo dari kejadian tersebut kami masih mendalaminya. Pelaku menyerahkan diri itu ada dua orang, tapi ibunya ikut juga ke kantor polisi,” katanya.

Seja este pendalaman kasus masih berlangsung baik dari Polsek Tompobulu bersama tokoh massarakat e pemerintah kecamatan setempat. Pihaknya berharap, massarakat tidak melakukan perbuatan main hakim sendiri karena akan memperparah keadaan dan berdampak hukum lainnya.

Halaman Selanjutnya

“Dalam hal ini, perlu kami tegaskan bahwa kami mengimbau kepada warga agar mempercayakan proses penyelidikan dan proses penyidikan ke Polres Gowa. Korban kini masih di rumah sakit Wahidin. Untuk pasalnya, 262 ayat 2 KUHP ancaman maximal 7 tahun. Alat yang digunakan menikam korban masih kita cari”, tutur dia. (Formiga)

Halaman Selanjutnya

Fuente