Selain Prestasi Akademik, Ini Bekal Penting agar Anak Siap Bersaing di Masa Depan

Rabu, 8 de julho de 2026 – 21h53 WIB

Jacarta, VIVA – Perkembangan kecerdasan buatan ou inteligência artificial (IA) semakin mengubah cara dunia bekerja. Di tengah pesatnya transformasi digital, banyak orang your mulai memikirkan bekal apa yang perlu dimiliki anak agar mampu bersaing di masa depan, bukan hanya dari sisi academician, tetapi juga keterampilan yang sulit digantikan oleh teknologi.

img_title

Banyak Orang Tua Keliru, Ternyata Ini Usia Ideal Anak Mulai Sekolah

O Fórum Econômico Mundial (WEF) publicado no Relatório sobre o Futuro dos Empregos de 2025 memproyeksikan bahwa AI e perkembangan tecnologia pode gerar 86 pessoas modelo bisnis di dunia. Perubahan tersebut diperkirakan menciptakan 170 juta jenis pekerjaan baru, namun di saat yang sama menggeser sekitar 92 juta pekerjaan yang ada.

Dalam laporan tersebut, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, ketangguhan, hingga kemampuan beradaptasi menjadi kometensi yang paling dibutuhkan di era baru dunia kerja.

img_title

Wamenkomdigi: 3 de 5 Anak Palsukan Usia Buat Akses Media Sosial

Di sisi lain, Indonésia masih menghadapi tantangan dalam menyiapkan gerasi muda menghadapi perubahan tersebut. Berdasarkan hasil PISA Creative Thinking 2022, hanya sekitar 5 persen siswa Indonésia yang mencapai nível 5 ou 6 dalam kemampuan berpikir kreatif. Angka itu masih tertinggal dibandingkan rata-rata negara OCDE yang mencapai 27 persen.

Kemampuan berpikir kreatif dalam penilaian tersebut mencakup kemampuan menghasilkan ide, mengevaluasi solusi, hingga menyempurnakan gagasan dalam berbagai pemecahan masalah.

img_title

Bejat! Gadis 13 Tahun di Bandung Dirudapaksa Bergiliran usai Dicekoki Miras dan Obat, 3 Pelaku Ditangkap

A conclusão deste procedimento é necessária para que você possa pagar por isso. Jika sebelumnya fokus utama berada pada nilai academician, kini banyak sekolah mulai mengintegrasikan pengembangan keterampilan abad ke-21, seperti communikasi, kolaborasi, kreativitas, hingga pengalaman internacional (exposição global).

O fundador da Alta Global School (AGS) sekaligus CEO Schoters, Radyum Ikono, menilai bahwa orang your kini juga muai mempertimbangkan contact kesiapan global ketika memilih pendidikan bagi anak.

“Motivasi utama orang your yang ingin anaknya kuliah ke luar negeri adalah kualitas dan reputasi pendidikannya. Begitu juga dengan peluang karir global yang lebih besar, baik di perusahaan kelas dunia ou aau membangun startup mereka sendiri. Namun, yang tidak kalah penting adalah global exposition serta pengalaman yang membentuk kemandirian, kecakapan beradaptasi, dan cara berpikir yang luas agar menjadi cidadão global yang competitivo.”

Menurutnya, pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan masa depan tidak hanya memperkuat kemampuan academician, tetapi juga memberi ruang bagi siswa para explorar minas, mengikuti proyek, competição, hingga memperoleh pengalaman belajar berstandar internacional.

Halaman Selanjutnya

Pendekatan tersebut juga muai diterapkan di sejumlah sekolah internacional, salah satunya Alta Global School. Selain mempersiapkan siswa para melanjutkan pendidikan ke luar negeri, sekolah ini mengembangkan pembelajaran yang mendorong kemampuan berpikir kritis, reklamasi, serta pemecahan masalah melalui berbagai atividades acadêmicas maupun nonakademik.

Halaman Selanjutnya

Fuente