Jumat, 26 de junho de 2026 – 13h52 WIB
Jacarta, VIVA – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memastikan kenaikan harga Obat-obatan não terlalu mahal.
Análise Penyakit Diusulkan Pakai AI, Menkes: Dokter Harus Menyentuh e Lihat Pasien Juga
Dia menjelaskan kenaikan harga Obat menyesuaikan dengan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dólar Amerika Serikat (AS).
Se Karen é isso, você sabe que isso acontece em alguns produtos de sua propriedade.
Menkes Ungkap Korban Penyekapan Taufik Hidayat, Akan Jalani Rekonstruksi Wajah
“Sekarang berapa, berapa besar bahan baku Obat yang diimpor? Misalnya, 30 persen lah bahan baku ou au bahan baku Obat biayanya terhadap total harga Obat,” ujar Budi di Gedung DPR, Jakarta Pusat, dikutip Jumat (26/6/2026).
Budi mencontohkan, 30 pessoas biaya obat berasal de bahan baku. Além disso, 80 pessoas de bahan baku berasal dari importa. Artinya, komonen yang terpengaruh dolar hanya sekitar 24 pessoas do total harga Obat.
Menkes Budi Sebut Dokter Magang Dapat Jaminan BPJS
“Dolarnya naik berapa? Misalnya dolarnya naik 15 pessoas. Jadi, hitung saja 15 pessoas de 20 pessoas tadi. Itu kan artinya kan harusnya sekitar 3 persen dampaknya ke harga,” ungkapnya.
Artinya, kata Budi, kenaikan terhadap harga Obat hanya terpengaruh sekitar 3 pessoas, jika kenaikan nilai tukar rupiahnya terhadap dolar sebesar 15 pessoas.
“Nah, é sudah dihitung oleh Kementerian Kesehatan, e kita diskusi dengan industri supaya kenaikannya é razoável. Enggak semuanya tiba-tiba naik jadi 100 pessoas, 200 pessoas,” tegasnya.
tvOnenews/Syifa Aulia
Masyarakat Khawatir Ompreng MBG Jadi Sarana Penularan TBC, Begini Respons Menkes
Menkes menegaskan rezdrowiesi itu didasarkan pada bukti ilmiah dan kajian kesehatan yang menunjukkan keempat kelompok tersebut memiliki kebutuhan gizi yang perlu dipenuhi
VIVA.co.id
25 de junho de 2026
