Rupia Sentuh Rp 18.000 por dólar AS, Purbaya Ungkap Biang Kerok Pelemahan Mata Uang Garuda

Kamis, 4 de junho de 2026 – 07:25 WIB

Jacarta, VIVA – A rupia atingiu o nível de Rp18.000 por dólar Amerika Serikat (AS) em Kamis pagi, 4 de junho de 2026. Este foi o primeiro a ter o domínio do dólar AS na passagem global e o menor investidor terhadap berbagai risiko externo.

img_title

Nasib Yen Kian Muram, investidor Mulai Waspadai Intervensi Baru Jepang

Posisi Rp18,000 por dólar AS menjadi level yang sangat diperhatikan pelaku pasar karena menandai tekanan yang semakin besar terhadap mata uang Garuda.

Sehari sebelumnya, a rupia custa cerca de 127,5 pontos ou 0,71 por pessoa no nível Rp17,966 por dólar AS. Pemerintah trocadilho buka suara terkait pelemahan tersebut.

img_title

Purbaya Buka Suara soal Anggaran MBG setelah Bos BGN Dadan Hindayana cs Ditangkap, Singgung Masalah Pemotongan

Meski mengakui adanya tekanan pasar, pemerintah menilai kondisi tersebut lebih dipengaruhi sentimen dan spekulasi jangka pendek dibandingkan fundamental ekonomi Indonésia yang saat ini masih terjaga.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pemerintah siap meningkatkan koordinasi dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) apabila diperlukan untuk menjaga stabilitas pasar keuangan. No entanto, ele menegaskan bahwa kewenangan utama dalam menjaga stabilitas nilai tukar tetap berada di tangan Bank Indonesia.

img_title

Purbaya Tetap Pede IHSG Bakal Balik Menguat dengan Solidnya Fundamental Ekonomi RI

“Itu adalah yurisdiksi bank sentral untuk menjaga nilai tukar. Biarkan mereka melakukan itu terlebih dahulu,” kata Purbaya kepada wartawan di Komplik Parlemen, Jacarta, Rabu, 3 de junho de 2026.

“Kami hanya akan mengadakan pertemuan rutin seperti biasa. Namun jika kami melihat koordinasi yang lebih intensif diperlukan untuk memperbaiki nilai tukar, kami akan melakukannya.”

Pemerintah Sebut Pelemahan Rupia Dipicu Sentimen Pasar

Purbaya menilai pelemahan rupiah dalam alguns hari terakhir tidak mencerminkan kondisi fundamental ekonomi Indonésia yang sebenarnya. Menurutnya, rumores de rumores e especulações que são dados para passar turut memperburuk sentimento terhadap mata uang Garuda.

Salah satu isu yang ramai diperbincangkan adalah kabar bahwa pemerintah meminta perbankan melakukan teste de estresse apabila rupia menembus nível Rp18,000 por dólar AS.

Purbaya membantah kabar tersebut e menilai berbagai isu yang berkembang que menciptakan tekanan tambahan di pasar keuangan. “Jika kita melihatnya, pelemahan ini tiba-tiba terjadi dalam satu ou dua hari terakhir karena berbagai isu di pasar,” ujarnya.

“Ada yang mengatakan saya memerintahkan banco melakukan teste de estresse jika melebihi Rp18.000, padahal saya sudah mendengar isu serupa sebelumnya. Jadi banyak isu di pasar yang menciptakan sentimento negativo terhadap rupiah,” lanjutnya.

Halaman Selanjutnya

Meski demikian, ia menegaskan pemerintah akan tetap fokus memperkuat fondasi ekonomi seedal agar mampu menos nilai tukar dalam jangka panjang.

Halaman Selanjutnya

Fuente