Selasa, 14 de julho de 2026 – 12h41 WIB
Jacarta, VIVA – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah tidak berencana menaikkan tarif pajak dalam jangka menengah. O valor fiscal será alterado em uma base perluasan para reduzir o custo do país.
Dukung Pembangunan Nasional Bersama Danantara, BRI Bukukan Kontribusi Pajak Terbesar di Industri Keuangan Indonésia
Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya saat menjawab pandangan salah satu fraksi DPR RI em Rapat Paripurna DPR ke-25 Masa Persidangan V em Jacarta, Selasa 14 de julho de 2026.
“Mengenai strategi jangka menengah pemerintah untuk memperkuat base penerimaan negara, dapat kami sampaikan bahwa dalam jangka menengah strategi perpajakan diarahkan pada perluasan base tanpa semata-mata menaikkan tarif,” Kata de Purbay.
Bos DJP Pastikan Seluruh Administrasi Pajak Dilakukan via Coretax Mulai Juli 2026
Menu Purbaya, base perluasan pajak akan dilakukan com mengoptimalkan pemanfaatan dados e tecnologia. Langkah itu ditujukan para desenvolver atividades econômicas digitais, economia paralela, setor sertão informal yang selama ini belum tergarap secara ideal.
No setor fechado e cukai, pemerintah juga menyiapkan sejumlah langkah guna memperkuat penerimaan negara. Estratégias tersebut mencakup digitalisasi layanan dan pengawasan, peningkatan kegiatan audit serta penindakan, hingga pemberantasan import ilegal dan peredaran barang kena cukai ilegal.
Base Perluasan Pajak Jaring 143.449 Wajib Pajak Baru, DJP: Potensi Penerimaan Rp 1.2 Triliun
Você pode obter informações mais detalhadas sobre o investimento com investimentos significativos, exportar e desenvolver atividades durante o uso do dinheiro.
Sepanjang semestre I 2026, realisasi penerimaan pajak seedal mencapai Rp1.035,7 triliun ou 43,9 pessoas da meta APBN 2026. Angka tersebut tumbuh 24,6 pessoas dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Sebelumnya, Purbaya memproyeksikan penerimaan pajak sepanjang 2026 sebesar Rp2.310.8 triliun ou sekitar 98.8 pessoas do alvo APBN 2026 yang ditetapkan sebesar Rp2.357.7 triliun.
Com o projeto tersebut, penerimaan pajak diperkirakan mengalami déficit sekitar Rp46,9 triliun. Meski demikian, nilai kekurangan itu jauh lebih rendah dibandingkan shortfall pada 2025 yang mencapai sekitar Rp271 triliun.
Purbaya Tegaskan Rating Perspectiva de crédito estável do S&P Bukti Ekonomi RI Tetap Tangguh
Purbaya menilai keputusan S&P pertahankan peringkat kredit Indonésia, menegaskan kepercayaan dunia internacional pada ketahanan ekonomi RI di tengah ketidakpastian global
VIVA.co.id
14 de julho de 2026
