Início Notícias Presidente Irã Akhirnya Bertemu Mojtaba Khamenei usai Serangan AS-Israel, Bahas Apa?

Presidente Irã Akhirnya Bertemu Mojtaba Khamenei usai Serangan AS-Israel, Bahas Apa?

22
0
Presidente Irã Akhirnya Bertemu Mojtaba Khamenei usai Serangan AS-Israel, Bahas Apa?

Jumat, 8 de maio de 2026 – 00:05 WIB

VIVA –Presidente Irã, Masoud Pezeshkian baru saja bertemu dengan Pimpinan Tertinggi Irã yang baru, Aiatolá Seyyed Mojtaba Khamenei. Pertemuan this menjadi yang pertama sejak serangan gabungan American Serikat and Israel terhadap Iran pada 28 February lalu. Sebelumnya, Mojtaba Khamenei dikabarkan menjalani perawatan setelah mengalami luka akibat serangan tersebut.

img_title

Kemlu Irã: AS Wajib Berikan Visa ke Timnas Irã para Berlaga di Piala Dunia

Lantas apa saja yang dibicarakan keduanya dalam pertemuan tersebut? Melansir laman presstv.ir, Jumat 8 May 2026, Pezeshkian tak banyak memberi detail tentang pembicaraan diantaranya dengan Mojtaba Khamenei.

Dirinya hanya membagikan kesannya usai bertemu dengan Mojtaba. O presidente do Irã é menyoroti tentando suana pertemuan tersebut sekaligus karakter pribadi, etika dan gaya kepemimpian Mojtaba Khamenei. Dijelaskan Pezeshkian mengatakan pertemuan tersebut berlangsung dalam suana hangat dan penuh ketulusan. Diskusi keduanya disebut berlangsung hampir dua setenah jam.

img_title

Irã Bantah Serang Kapal Coreia Selatan di Selat Hormuz

Menurut Pezeshkian, hal yang paling berkesan bukan hanya isi pembicaraan, melainkan sikap rendah hati, tulus, dan penuh penghormatan yang ditunjukkan pada Mojtaba Khamenei selama pertemuan. Sikap tersebut, kata dia, membuat suasana diskusi terasa penuh kepercayaan, tenang, hangat, dan terbuka.

O presidente do Irã também é um homem de confiança, persatuan, rasa saling percaya, e empati di seluruh tingkat pemerintahan negara.

img_title

Eks Hakim AS Sebut Serangan Trump Malah Angkat Irã Jadi Negara Sangat Kuat

Ia menilai, ketika pemimpin tertinggi negara memperlakukan para pejabat dan massarakat com etika, kerendahan hati, serta semangat yang dekat com rakyat, maka sikap itu secara alami akan menjadi contoh bagi sistema pemerintahan dan manajemen negara.

Menurut Pezeshkian, pola kepemimpinan tersebut dibangun di atas rasa tanggung jawab, kedekatan dengan rakyat, dan kemauan untuk benar-benar mendengarkan persoalan yang dihadapi massarakat. Ia menyebut pendekatan itu sejalan dengan gaya kepemimpinan mendiang pemimpin besar Revolusi Islam.

Pezeshkian juga mengatakan bahwa Mojtaba Khamenei hadir dalam pertemuan tersenit com sikap sederhana, rendah hati, tulus, dan penuh rasa hormat. Hal itu membuat percakapan berlangsung sangat terbuka, jujur, dan dipenuhi rasa kedekatan serta saling percaya.

Seperti diketahui, Aiatolá Seyyed Mojtaba Khamenei ditunjuk sebagai Pemimpin Revolusi Islam tak lama setelah wafatnya ayah sekaligus pendahulunya, Aiatolá Seyyed Ali Khamenei, yang disebut tewas dalam serangan yang diklaim dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel.

Halaman Selanjutnya

Serangan yang terjadi em 28 de fevereiro foi memicu gelombang pemboman terhadap infraestrutura militar e sipil Irã. Serangan tersebut disebut bertujuan to menggulingkan Republic Islam Iran depoislah pecahnya kerusuhan yang melibatkan kelompok bersenjata yang dikaitkan dengan pihak asing dan menyerang camera keamanan serta petugas layanan publiclik.

Halaman Selanjutnya

Fuente