Sabtu, 30 de maio de 2026 – 19h40 WIB
Bandung, VIVA – Kabar mengenai sanksi larangan registrasi pemain ou transfer ban yang dijatuhkan FIFA Kepada Persib Bandung sempat memunculkan berbagai spekulasi. Salah satu isu yang ramai beredar menyebutkan bahwa hukuman tersebut berkaitan dengan tunggakan gaji pemain.
Akhirnya Terungkap! Ini Alasan Persib Pilih Igor Tolic Pengganti Bojan Hodak
No entanto, o gerente Persib memastikan anggapan tersebut tidak benar. Vice-CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menegaskan bahwa status transfer ban yang tercantum dalam sistema FIFA tidak berkaitan dengan keterlambatan pembayaran gaji pemain maupun pelanggaran hak-hak pemain lainnya.
Menu Adhitia, persoalan itu berawal dari satu kasus specifik yang berkaitan dengan penyelesaian terminasi contrak mantan bek Persib, Daisuke Sato, pada 2023.
Pernyataan Berkelas Igor Tolic usai Dipercaya Hodak jadi Pelatih Persib
“Dengan demikian, persoalan ini bukan terkait penunggakan gaji pemain ataupun bentuk pengabaian terhadap hak-hak pemain sebagaimana yang mungkin dipersepsikan oleh sebagian pihak,” Kata Adhitia em keterangan resminya, Sabtu 30 de maio de 2026.
Ia menjelaskan bahwa manajemen Persib telah mengetahui perkara tersebut sejak awal dan mengikuti seluruh proses yang berlangsung. Neste momento, o clube berjuluk Maung Bandung foi o escolhido para ser substituído pela FIFA.
Daftar Lengkap Markas Latihan 48 Peserta Piala Dunia 2026
Setelah seluruh kewajiban tersebut dipenuhi, Persib akan melanjutkan tahapan administratif sesuai regulasi FIFA agar status larangan registrasi pemain bisa ditinjau kembali dan dicabut.
Adhitia menegaskan, Persib tetap berkomitmen menjalankan tata kelola club secara profissional dengan memenuhi seluruh kewajiban kepada contratual para pihak yang terlibat no clube operacional.
“Penghormatan terhadap hak pemain, pelatih, karyawan, mitra, e seluruh pemangku kepentingan merupakan prinsip yang selalu kami pegang no clube menjalankan,” ujarnya.
Mais tarde, eu me mastikan persoalan yang tengah dihadapi tersebut não akan mengganggu program club dalam menyongsongmusim kompetisi mendatang. Persiapan tim, atividades operacionais, estratégias de agenda hingga yang telah disusun tetap berjalan sesuai rencana.
Persib juga menilai kasus administratif seperti ini bukan hal yang asing dalam industrial sepak bola profissional. Banyak club di berbagai negara pernah mengalami situasi serupa dan berhasil menyelesaikannya melalui mekanisme yang berlaku.
Karena itu, manajemen memilih fokus menyelesaikan persoalan tersebut secara profissional agar tidak berlarut-larut e tidak mengganggu target club ke depan.
Halaman Selanjutnya
“Yang turpenting adalah bagaimana setiap pihak menunjukkan itikad baik, tanggung jawab, dan komitmen untuk menyelesaikannya secara profissional. Itulah yang saat ini sedang dilakukan oleh Persib,” kata dia.