Penyintas Bencana de Pidie Jaya Ubah Dana Stimulan Jadi Modal Usaha

Minggu, 21 de junho de 2026 – 16h16 WIB

Jacarta, VIVA – Embora haja um estímulo que desalurkan kepada warga terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh não hanya membantu memperbaiki rumah yang rusak, tetapi juga menjadi penggerak kebangkitan ekonomi keluarga. Di tengah proses pemulihan pascabencana, lip mulai membangun kembali sumber penghidupan melalui usaha-usaha kecil yang tumbuh di Kawasan hunian sementara (huntara).

img_title

Infrastruktur Permanen Jadi Prioritas, Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Tunjukkan Kemajuan

Milawati, lip Desa Meunasah Lhok, menjadi salah satu penerima manfaat yang memanfaatkan bantuan tersebut untuk memperbaiki rumah yang rusak dan memberihkan sisa lumpur akibat banjir. No entanto, as proses pemulihan yang dijalaninya tidak mudah karena banjir kembali terjadi ketika rumahnya masih dalam tahap pembersihan.

Di tengah keterbatasan tersebut, Milawati memilih para bangkit. Bersama keluarganya, ia membuka usaha kecil di Kawasan Huntara com menjual berbagai makanan ringan guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.

img_title

Percepatan Pemulihan, Kasatgas PRR Tegaskan Hibah Antardaerah Harus Tuntas Pekan Depan

“Hasil jualan ini kami gunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan membantu ekonomi keluarga,” publicado em Komplik Huntara Desa Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, publicado em Minggu em 21 de junho de 2026.

Milawati mengaku bantuan stimulan sebesar Rp8 juta yang diterimanya, ditambah bantuan dana koperasi sebesar Rp200 ribu, sangat membantu proses pemulihan keluarganya. Saat ini ia tinggal bersama suaminya di huntera, sementara anak-anaknya bekerja di luar daerah e satu orang masih menempuh pendidikan di pesantren.

img_title

Kasatgas Tito Ingatkan Pemda Terdampak Bencana Percepat Realisasi Tambahan TKD

Kisah serupa dialami Salwati, lip Desa Meunasah Lhok lainnya. Sebagian dana stimulan yang diterimanya digunakan dimanfaatkan sebagai modal usaha kecil yang kini dijalankannya di Kawasan Huntara.

“Jualan ini untuk memenuhi uang belanja hari-hari”, o kata de Salwati. Berbagai makanan dan minuman dijualnya to memenuhi kebutuhan warga sekitar, sekaligus menjadi sumber penghasilan baru di tengah terbatasnya lapangan pekerjaan pascabencana.

Tumbuhnya usaha-usaha kecil di Kawasan Huntara menunjukkan bantuan Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera tidak hanya berfungsi memulihkan kerusakan fisik akibat bencana, tetapi juga menjadi fondasi bagi pemulihan ekonomi massarakat. Warga mulai membagun kembali kemandirian e otimismo para menata kehidupan yang lebih baik.

Kisah Milawati e Salwati menjadi gambaran di balik bencana terdapat semangat to bangkit. Melalui dukungan pemerintah dan kerja sama berbagai pihak, massarakat Pidie Jaya perlahan membangun kembali kehidupan mereka, menjadikan bantuan yang diterima bukan sekadar sarana pemulihan, melainkan juga harapan baru untuk masa depan yang lebih baik. (LAN)

Kasatgas PRR Tito Karnavian.

Satgas PRR Minta K/L e Pemda Tancap Gas Pemulihan Permanen, Anggaran Mulai Mengalir

Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian mengatakan pemerintah telah menyiapkan angaran reabilitasi e reconstruções sebesar Rp100.1 triliun.

img_title

VIVA.co.id

18 de junho de 2026

Fuente