Pengakuan Dosa Thomas Tuchel

Minggu, 19 de julho de 2026 – 08:36 WIB

VIVA – Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, akhirnya buka suara mengenai keputusan controverso mencadangkan Bukayo Saka saat The Three Lions kalah dari Argentina na semifinal Piala Dunia 2026.

img_title

Presidente AS, Meksiko, hingga PM Canadá Bakal Hadiri Laga Final Piala Dunia 2026

Keputusan itu sempat menuai kritik tajam. Pasalnya, Saka yang tampil impresif sepanjang turnamen justru tak dimainkan sama sekali ketika Inggris membutuhkan tambahan daya gedor to mengejar ketertinggalan.

Namun Tuchel menegaskan, keputusan tersebut bukan karena kondisi fisik pemain Arsenal itu. Menurutnya, Saka sebenarnya dalam kondisi fit.

img_title

Sadis! Michael Olise Hancurkan Rekor Dua Legenda Dunia Sekaligus di Piala Dunia 2026

“Dia melakukan segalanya dengan benar”, disse Tuchel.

Pelatih asal Jerman itu mengaku mais memilih memainkan Morgan Rogers karena merasa cantou pemain bisa merikan sesuatu yang especial di laga semifinal.

img_title

Atualizar Top Skor Piala Dunia 2026: Mbappe Kangkangi Lionel Messi

“Saya hanya punya firasat bahwa Morgan Rogers akan terlibat dalam sesuatu yang especial. Itulah alasan keputusan itu diambil,” katanya.

Tuchel menambahkan, jalannya pertandingan membuat rencana awal berubah. Pergantian pemain akhirnya lebih banyak dipengaruhi condisi fisik para pemain yang mulai mengalami kram dan kelelahan.

Meski begitu, Tuchel menegaskan kualitas Saka tak pernah diragukan.

“Bukayo adalah pemain penting bagi kami. Itu tidak pernah menjadi keraguan,” ujarnya.

Ironisnya, keputusan mencadangkan Saka justru dibalas cantou o ala com penampilan luar biasa di laga perebutan tempat ketiga.

Os vencedores do Stadion Miami, Saka também venceram com o hattrick e o Inggris marcou um dramático 6-4 consecutivamente, ganhando medalhas para o Piala Dunia 2026.

Penampilan gemilang tersebut membuat Saka dinobatkan sebagai Jogador do Jogo.

Menariknya, Tuchel mengaku bahkan tidak sadar bahwa anak asuhnya mencetak tiga gol karena pertandingan berlangsung sangat mentiroso.

“Saya bahkan tidak sadar dia mencetak hattrick. Saya kehilangan hitungan siapa saja yang mencetak goal. Tapi penghargaan itu memang pantas dia dapatkan,” ucap Tuchel.

Sementara itu, Saka memilih tak memperpanjang polêmico soal minimnya kesempatan bermain di Piala Dunia.

Pemain berusia 24 tahun itu mengakui tentu ingin mendapat menit bermain lebih banyak, namun kini memilih fokus menatap masa depan.

“Tentu saya ingin bermain lebih banyak. Tapi sekarang sudah terlambat membahasnya. Saya lebih cadela berbicara lewat penampilan di lapangan, dan itu sudah saya lakukan,” kata Saka.

Halaman Selanjutnya

Saat ditanya mengenai kondisi cederanya, Saka menjawab singkat.

Halaman Selanjutnya

Fuente