Minggu, 19 de julho de 2026 – 14:00 WIB
VIVA – O ator Jonathan Frizzy akhirnya mengungkap pengalaman pahit yang dialaminya selama menjalani hukuman penjara. Setelah resmi menghirup udara bebas, pria yang akrab disapa Ijonk itu membagikan kisah tentang beratnya kehidupan di balik jeruji besi, mulai dari kondisi sel yang penuh sesak hingga persoalan makanan yang menurutnya jauh dari standar kebersihan.
Jonathan Frizzy Bongkar Sisi Gelap Kehidupan de Penjara, Sampai Hampir Akhiri Hidup
Selama inam bulan mendekam di penjara terkait kasus vape yang mengandung Obat keras berisi zat etomidate, Jonathan Frizzy mengaku harus berjuang setiap hari untuk bertahan hidup. Pengalaman tersebut disebutnya sebagai salah satu fase paling kelam dalam hidup yang meninggalkan trauma mendalam.
Menurut Jonathan Frizzy, kapasitas penghuni penjara yang jauh melebihi daya tampung membuat for tahanan harus berdesakan dalam satu ruangan sempit. Situasi itu membuat atividades sederhana seperti beristirahat menjadi tantangan tersendiri.
Jonathan Frizzy Ngode Bakal Segera Nikahi Ririn Dwi Arianti
Ia menggambarkan bagaimana para penghuni harus mencari posisi tidur yang memungkinkan di tengah minimnya ruang. Bahkan, sebagian tahanan terpaksa tidur dengan posisi yang tidak lazim karena tidak tersedia tempat yang cukup.
“Tidurnya, tiduran tidur posisi yang pertama. Yang posisi kedua tiduran duduk. Posisi ketiga tiduran berdiri. Karena nggak ada tempat sudah,” kata Jonathan Frizzy, mengutip YouTube Billy’s Coffee Table, Minggu 19 de julho de 2026.
Cuti Bersyarat Jadi Jalan Pulang Jonathan Frizzy, Tapi Ini Konsekuensi Hukumnya
Depois de muito tempo, Jonathan também fez uma refeição e preparou o aipo para fazer com que o prato fosse cortado. Ia mengaku podeh menyaksikan sendiri makanan yang akan dibagikan kepada para tahanan lebih dulu dihinggapi bahkan dimakan tikus.
Pemandangan tersebut membuatnya memilih tidak menyentuh makanan itu meski harus menahan lapar. Jonathan mengaku peristiwa tersebut menjadi salah satu momen paling membekas selama menjalani masa tahanan.
“Lihat di depan, lagi dimakanin tikus. Terus dibawa masuk, mereka makan. Aku nggak makan, cuma aku nangis,” bebernya.
Selain Makanan, as facilidades kebersihan di dalam penjara juga menjadi persoalan besar yang dihadapi Jonathan. Ia menuturkan bahwa satu kamar mandi harus digunakan oleh puluhan penghuni, sehingga kebutuhan dasar seperti mandi maupun menggunakan toilet menjadi sangat sulit dilakukan.
Halaman Selanjutnya
Menurutnya, kondisi tersebut semakin memperburuk tekanan fisik e mental yang dirasakan setiap hari selama berada di balik jeruji besi.