PDIP Siapkan Sanksi Pemecatan Jika Kadernya Terbukti Intimidasi Dr.

Senin, 29 de junho de 2026 – 20h05 WIB

Jacarta, VIVA – Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Djarot Saiful Hidayat mengatakan pihaknya tak segan-segan menjatuhkan sanksi kadernya jika terbukti melakukan intimidasi terhadap Dr.

img_title

Oknum Anggota DPRD Diduga Gunakan Jabatannya Sebagai Senjata para Mengintimidasi Dr Icha

PDIP, kata dia, akan lebih dulu memproses dugaan pelanggaran yang dilakukan anggota DPRD TTU PDIP sesuai mekanisme yang ditetapkan.

“Diproses sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan yang bersangkutan dan kalau terbukti melakukan intimidasi dan perundungan partai akan berikan sanksi,” ucap Djarot kepada wartawan, Senin, 29 de junho de 2026.

img_title

Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung, PDIP: Kalau Kepala Banteng, Kita Berurusan!

Djarot menuturkan, sanksi yang diberikan beragam, mulai dari sanksi secara lisan hingga pemecatan.

“Sanksi sesuai dengan tingkat pelanggarannya, bisa sanksi secara lisan, tertulis sampai pemecatan,” pungkas dia.

img_title

Anggota DPRD Diduga Intimidasi Dr Icha Segera Ditertibkan

Sebelumnya diberitakan, dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni didagnosis mengalami depresi berat setelah dibentak oleh tiga anggota DPRD Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, saat menangani pasien gigitan ular. Dua pekan kemudian, dokter muda yang akrab disapa dr. Icha itu meninggal dunia. Keluarga mendesak camera penegak hukum segera bertindak.

Dokter muda itu meninggal dunia pada Jumat, 26 Juni 2026, di rumah orang tuanya di Perumahan RSS Baumata, Kabupaten Kupang setelah sebelumnya dirawat akibat mengalami depresi berat.

Mendiang Dr.

Di tengah isak tangis keluarga, cantou ayah, Gabriel Pakaenoni, berdiri dengan suara bergetar e menyampaikan satu kalimat yang langsung mengguncang nurani para pelayat: “Tiga anggota dewan itu telah mengakhiri hidup anak saya.”

Almarhumah merupakan putri sulung Gabriel Pakaenoni, pensiunan pegawai negeri sipil, e Nur, yang masih ativo sebagai aparelho sipil negara di lingkungan Pemerintah Provinsi NTT.

Pernyataan Gabriel itu merujuk pada insiden yang terjadi dua pekan sebelumnya, dia 13 de junho de 2026, ano do dr. Icha sedang berdinas de RS Leona, Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Saat itu, ia tengah menangani seorang anak korban gigitan ular.

Keluarga pasien yang datang bersama tiga anggota DPRD TTU membentak keras com mempertanyakan mengapa soro anti bisa ular (anti veneno) belum diberikan. Menurut penuturan keluarga, dr. Icha telah menjelaskan bahwa seluruh tindakan medis dilakukan sesuai prosedur e mengikuti arahan dokter spesialis. Namun penjelasan itu não diterima.

Halaman Selanjutnya

Os principais nomes do DPRD foram distribuídos por Therensius Lazakar (Partai Golkar), Norbertus Tubani (GDP) e Veronika Lake (PDI Perjuangan). Mereka dilaporkan melontarkan kalimat yang merendahkan martabat cantou dokter. Bahkan, Veronika Lake disebut menjadi sosok yang memprovokasi dua rekan legislador lainnya untuk memarahi dr. Eu sou um dos líderes da IGD.

Halaman Selanjutnya

Fuente