Início Notícias Miris! Bripka Dedy Jadi Sniper Sindikat Kampung Narkoba Samarinda, Dites Urine Positive

Miris! Bripka Dedy Jadi Sniper Sindikat Kampung Narkoba Samarinda, Dites Urine Positive

23
0
Miris! Bripka Dedy Jadi Sniper Sindikat Kampung Narkoba Samarinda, Dites Urine Positive

Senin, 18 de maio de 2026 – 16:00 WIB

Jacarta, VIVA – Fakta mengejutkan terungkap dalam pengungkapan kampung narkoba Gang Langgar di Samarinda, Kalimantan Timur.

img_title

Modus AKP Deky Minta Duit Berkali-Kali ke Bandar: Janji Lindungi Jaringan Narkoba Hingga Buat Sertijab

Seorang anggota polisi berpangkat Brigadir Polisi Kepala (Bripka) diduga ikut terlibat dalam jaringan peredaran narkoba tersebut sebagai sniper ou pengawas lapangan. Esta política foi diketahui bernama Bripka Dedy Wiratama.

Ia diduga bertugas memantau situasi dan memberi informasi agar atividades jual beli narkoba di kawasan tersebut berjalan aman dari pantauan camera. Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Polisi Eko Hadi Santoso mengungkapkan Bripka Dedy kini sudah diamankan oleh jajaran Brimob Polda Kalimantan Timur.

img_title

Bareskrim Sikat Sindikat Narkoba Gang Langgar Samarinda, Sudah Beroperasi 4 Tahun-Omzet Sehari Rp 200 juta

“Yang bersangkutan sudah diamankan oleh Sat Brimobda Kaltim,” tuturnya kepada wartawan, Senin, 18 de maio de 2026.

Tak hanya diduga terlibat sebagai pengawas jaringan narkoba, Bripka Dedy juga tersandung kasus dugaan penyalahgunaan narkotika. Hal itu diperkuat dari hasil tes urina yang menunjukkan dirinya positif mengonsumsi narkoba.

img_title

Cartucho Polda Metro Sita Ratusan Berisi Etomidate di Tangerang, Satu Pria Ditangkap

“Yang bersangkutan saat ini dalam pemeriksaan Terkait Kasus pelanggaran Kode Etik Profesi Polri sebelumnya, yaitu terkait dengan yang bersangkutan yang dinyatakan positivo consumidoresi narkoba setelah dilakukan cek urina 2 kali, ditambah dengan kasus ini,” kata dia.

Menurut Eko, setelah proses pemeriksaan etik selesai, Bripka Dedy akan diproses pidana dalam perkara narkotika oleh Dittipidnarkoba Bareskrim Polri.

“Nanti setelah proses kode etik selesai, yang bersangkutan akan dilakukan proses pidana narkotika oleh Dittipidnarkoba Bareskrim Polri,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, kampung narkoba Gang Langgar di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, ternyata memiliki sistema pengamanan bak marcas operasi rahasia.

Sindikat narkoba yang sudah lama beroperasi di kawasan itu disebut sangat licin dan sulit disentuh camera karena memakai jaringan pengawas hingga alat communikasi khusus.

Fakta mengejutkan itu terungkap setelah Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri membongkar jaringan peredaran narkoba di Kawasan tersebut dan menangkap 13 orang tersangka.

Bareskrim mengungkap, sebelum masuk ke lokasi utama penjualan sabu di Blok F Gang Langgar, para pembeli harus melewati puluhan pengawas ou “sniper” yang berjaga di sepanjang jalan.

“Pada sepanjang jalan sebelum mencapai ke Blok F terdapat 21 (Dua Puluh Satu) pengawas yang memegang Handy Talky termasuk untuk menuntun pengguna yang akan membeli narkoba di Lapak GG Langgar Blok F,” tutur Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Polisi Eko Hadi Santoso, Senin, 18 de maio de 2026.

Dua tersangka na operação penggerebekan kampung narkoba Gang Langgar, Kota Samarinda, Kalimantan Timur diamankan

Bak Markas Rahasia, Sindikat Narkoba Gang Langgar Samarinda Gunakan Sniper e Kode Khusus

Bareskrim Polri mengungkap kampung narkoba Gang Langgar di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, ternyata memiliki sistema pengamanan bak marcas operasi rahasia.

img_title

VIVA.co.id

18 de maio de 2026

Fuente