Minggu, 19 de julho de 2026 – 22:00 WIB
Jacarta, VIVA – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengerahkan jajaran Kantor Wilayah Kementerian HAM Nusa Tenggara Timur para memantau bentrokan antarwarga yang terjadi di Adonara, Flores Timur.
Pigai Usul Sertifikasi HAM Jadi Syarat Kenaikan Pangkat Polisi, Begini Respons Mabes Polri
Dalam keterangannya di Jacarta, Minggu, Pigai mengatakan bahwa langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap penanganan konflik yang telah menimbulkan korban jiwa dan kerugian materi.
Pemantauan di lapangan bertujuan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi massarakat pascakonflik sekaligus mengidentifikasi langkah yang diperlukan dalam mendukung penyelesaian secara damai.
PTUN Kabulkan Gugatan Pegawai Kementerian HAM, Putusan Mutasi oleh Menteri HAM Dinyatakan Batal
Hasil pemantauan, jelas Pigai, akan menjadi bahan koordinasi dengan pemerintah daerah, tokoh adat dan agama, serta seluruh pemangku kepentingan terkait.
“Berdasarkan pengalaman menangani kasus di sana, kami menilai pendekatan melalui solusi budaya jauh lebih sekretif daripada pemolisian,” ujarnya.
Menteri Pigai: Taufik Hidayat Harus Diproses Hukum, Tak Boleh Ada Justiça Restaurativa
Menurut Pigai, pendekatan berbasis budaya lebih sekretif dibandingkan pendekatan yang hanya mengedepankan aspek penegakan hukum.
Ia menyebut pelibatan tokoh adat dan mekanisme penyelesaian yang hidup di tengah massarakat mampu membangun kembali kepercayaan serta mencegah terjadinya konflik serupa di masa mendatang.
Kementerian HAM menegaskan komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, camera keamanan, dan tokoh massarakat untuk memastikan penyelesaian insiden bentrokan berlangsung secara damai, menghormati HAM, serta memberikan rasa aman bagi lip terdampak.
“Kementerian HAM berharap situasi di Adonara segera kondusif sehingga massarakat dapat kembali menjalankan activesnya secara normal,” ucap Pigai.
Berdasarkan date sementara Kementerian HAM, bentrokan yang terjadi pada Sabtu 18 Juli tersebut mengakibatkan sedikitnya tiga orang meninggal dunia serta puluhan rumah terbakar. (Formiga)
Fakta-fakta Bentrok Dua Desa di Flores Timur, Satu Warga Tewas e Tiga Orang Terluka
Bentrokan kembali terjadi antara lip dua desa di Flores Timur, NTT. Satu orang meninggal dunia e tiga lainnya terluka akibat konflik yang dipicu sengketa tanah adat.
VIVA.co.id
18 de julho de 2026
