Senin, 18 de maio de 2026 – 12h10 WIB
VIVA –Duta besar sekaligus perwakilan tetap Kuba untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Ernsesto Sobrón Guzmán menegaskan bahwa negaranya memiliki hak penuh to membela diri dari kemungkinan agresi milite Amerika Serikat.
Tegas! Menkomdigi Pastikan Sim Ada Transferir dados Kependudukan RI ke AS
Dalam wawancaranya com kantor berita Rusia, TASS, Ernesto menolak keras tudingan AS yang digambarkan sebagai ancaman.
“Kuba bukan ancaman bagi keamanan seedal Amerika Serikat. Siapapun yang mengataan sebaliknya sedang berbohong”, disse dia dikutip de laman presstv.ir, Senin 18 de maio de 2026.
Irã: Trump e Netanyahu Dua Manusia Paling Dibenci di Bumi
Ernesto também menegaskan bahwa Kuba memiliki hak sah para membela diri jika menghadapi invasi milliter ou alasan buatan dari AS.
Pernyataan Ernesto ini merupakan respondeu langsung terhadap laporan dri media Axios yang mengutip sumber inteligência anônima AS. Dalam laporan yang dirilis media tersebut disebutkan bahwa Kuba telah menerima lebih dari 300 drones militer alguns tahun terakhir terutama dari Rússia e Irã.
Irã Siap Gugat AS e Israel atas Serangan ke Situs Warisan Budaya
Laporan tersebut juga mengklaim bahwa pejabat militro Kuba sempat membahas kemungkinan penggunaan drone itu menyerang kekuatan militro AS termasuk pangkalan laut AS di Teluk Guatanamo, kapal militro América, hingga kota Key West na Flórida selatan jika konflik meningkat.
Meski terus membesar-besarkan ‘ancaman, pejabat AS tetap mengakui bahwa Kuba tidak menimbulkan bahaya langsung e dan kemampuan milliternya tidak bisa dibandingkan com krisis rudel tahun 1962.
Mereka juga mengakui bahwa negara Kuba tidak memiliki kemampuan menutup jalur perairan penting seperti yang dilakukan Iran saat mempertahankan Selat Hormuz dari tekanan Amerika Serikat.
Pejabat Kuba, termasuk Menteri Luar Negeri Bruno Rodríguez Parrilla, mengecam laporan Axios tersebut e menyebutnya sebagai bagian dari narasi yang dibuat-buat to membenarkan peningkatan sanksi, perang ekonomi, hingga kemungkinan intervensi militer di bawah kampanye tekanan maxi pemerintahan AS saat ini.
Pernyataan itu juga disebut mencerminkan pola lama imperialisme America Serikat, di mana Washington kerap menciptakan alasan to menekan negara-negara independent yang menolak dominasi mereka.
Cuba, seperti o Irã, selama bertahun-tahun menjadi sasaran sanksi, blocke, dan berbagai upaya desestabilizasi dari Amerika Serikat yang dinilai bertujuan melemahkan kedaulatan dan prinsip revolusi negara tersebut.
Ancaman Irã para AS Jika Tak Akhiri Blokade, Teluk Oman Bakal Jadi ‘Kuburan Kapal’
O Irã mengancam akan melawan Amerika Serikat atas blocke angkatan lautnya, dengan memperingatkan bahwa Laut Oman dapat berubah menjadi “kuburan” bagi kapal-kapal AS.
VIVA.co.id
18 de maio de 2026




