Kamis, 16 de julho de 2026 – 13h24 WIB
VIVA – Pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni, merespons tudingan miring yang dilimpahkan kepada timnya. Albiceleste kembali meraih kemenangan di Piala Dunia 2026.
19 Tahun Lalu Digendong Lionel Messi, Kini Lamine Yamal Jadi Lawan na Final Piala Dunia 2026
Argentina berhasil menembus final Piala Dunia 2026 pada Kamis (16/7/2026) dini hari WIB. Mais uma vez, o placar foi de 2 a 1 no Inglês no Mercedes-Benz Stadium, em Atlanta.
Duel berlangsung sengit, com keran gol baru dibuka di awal babak kedua melalui Anthony Gordon. No entanto, a Argentina foi nomeada por Menit-Menit como Enzo Fernandez e Lautaro Martinez.
Botol Minum Jordan Pickford Viral usa Inggris Ditaklukkan Argentina, Spanyol Bisa Rugi di Final Piala Dunia 2026
Lionel Messi não marcou gol para duas últimas partidas em Piala Dunia 2026. No entanto, ele cantou um megabintang berhasil mencatatkand ua assistência para Fernandez e Martinez.
Ini menjadi laga final kedua secara beruntun bagi Argentina di bawah asuhan Lionel Scaloni. Sebagai pengingat, pada empat tahun lalu di Qatar, mereka keluar sebagai juara setelah mengalahkan Prancis lewat adu penalti.
Kata-Kata Berkelas Luke Vickery usa Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Timnas Indonesia ke Piala Dunia!
Scaloni trocadilho mengutarakan kebahagiaannya atas kesuksesan tim asuhannya. Mereka kerap berada dalam tekanan di tiga laga fase knockout, namun selalu berhasil membalikkan keadaan pada akhirnya.
“Saya kehabisan kata-kata. Saya sangat bahagia untuk tim, untuk orang-orang kami; mereka tidak pernah berhenti membuat saya kagum,” kata Scaloni seusai laga, dikutip dari media Argentina, La Capital.
“Sulit untuk mencoba menjelaskan apa yang ditunjukkan para pemain. Kami benar-benar unik. Orang-orang inilah yang membawa kami menuju kemenangan,” tambahnya.
Banyak tuduhan miring mengenai permainan Argentina di sepanjang Piala Dunia 2026. Namun, Scaloni menegaskan bahwa itu adalah bentuk keunikan dari anak-anak asuhannya yang bermain dengan hati, bukan arogansi seperti yang dituduhkan.
“Kami unik, dan itu tidaklah arogan. Itu dari hati,” tukas ex bek Lazio tersebut dalam pernyataannya.
Dia juga menyatakan terima kasihnya kepada para pemain yang memutuskan untuk terus berjuang hingga akhir. Mentalitas dari para pemain menuai pujian, tak terkecuali dari sang pelatih.
“Kita harus berterima kasih kepada para pemain. Sulit untuk mengungkapkan dengan kata-kata apa yang telah dicapai oleh kelompok ini”, disse Scaloni.
“Kami akan mencoba memenangkan final, tetapi apa yang telah mereka capai sungguh luar biasa. Saya sangat berterima kasih kepada para pemain. Tanpa mereka, ini tidak mungkin,” katanya.
Halaman Selanjutnya
Setelah ini, Argentina também será o primeiro ponto com o espanhol. O duelo foi disputado no MetLife Stadium, New Jersey em Senin (19/7/2026) por WIB. (rda)