Início Notícias Lamine Yamal Kibarkan Bendera Palestina, cadela Hansi Flick Akui Tak

Lamine Yamal Kibarkan Bendera Palestina, cadela Hansi Flick Akui Tak

24
0
Lamine Yamal Kibarkan Bendera Palestina, cadela Hansi Flick Akui Tak

Jumat, 15 de maio de 2026 – 23h02 WIB

VIVA – Pelatih Barcelona, ​​​​Hansi Flick, juntou-se à equipe Lamine Yamal depois de ter mudado de lugar, mas mengibarkan bendera Palestina saat parade juara LaLiga e Piala Super Spanyol di Barcelona, ​​​​Senin 11 de maio de 2026 waktu setempat.

img_title

Disemprot Menhan Israel, Ini Reaksi Barcelona soal Lamine Yamal Kibarkan Bendera Palestina

Aksi Yamal menjadi sorotan público setelah pemain berusia 18 tahun itu terlihat membawa tongkat dengan bendera Palestina berkibar di atas bus parade Barcelona yang berkeliling kota merayakan gelar juaramusim ini.

Lamine Yamal kibarkan bendera Palestina saat parade juara La Liga 2025/2026 di Barcelona, ​​​​Senin 11 May 2026.

Lamine Yamal kibarkan bendera Palestina saat parade juara La Liga 2025/2026 di Barcelona, ​​​​Senin 11 May 2026.

img_title

UNICEF: Satu Anak Palestina de Tepi Barat Meninggal Setiap Pekan Sejak Januari 2025

Menanggapi hal tersebut, Flick mengaku kurang menyukai keterlibatan isu politik dalam sepak bola. Meski demikian, pelatih asal Jerman itu tetap menghormati keputusan pribadi Yamal.

“Ini adalah hal-hal yang biasanya tidak saya sukai. Saya sudah membicarakannya dengannya dan saya sudah bilang kepadanya bahwa jika dia ingin melakukannya, itu keputusan dia sendiri, dia sudah berusia 18 tahun,” kata Flick seperti dikutip dari Marca.

img_title

Bukan Masalah Skill, Pemain Barcelona Ini Tak Masuk Timnas Swedia di Piala Dunia 2026 karena Kurang Sopan

Flick juga menegaskan bahwa fokus utama tim seharusnya tetap berada di lapangan sepak bola. Menurutnya, para pemain perlu memahami ekspektasi publik terhadap club sebesar Barcelona.

“Kami berkomitmen untuk bermain sepak bola dan kami harus mempertimbangkan apa yang diharapkan orang-orang dari kami,” disse.

Aksi Yamal mengibarkan bendera Palestina langsung memunculkan perdeu luas de mídia social e pública sepak bola Eropa. Sua Palestina memang menjadi tópicos sensíveis de dunia olahraga, khususnya di cometisi sepak bola Eropa.

Dalam alguns tahun terakhir, sejumlah pemain maupun staf club sepak bola di Eropa sempat menghadapi konsekuensi setelah menyuarakan dukungan terhadap Palestina.

Salah satu kasus yang paling ramai terjadi pada 2023 ketika mantan pemain Mainz 05, Anwar El Ghazi, diputus kontaktnya setelah menyampaikan dukungan kepada Palestina melalui media social. Kasus tersebut kemudian berlanjut ke Pengadilan Arbitrase e El Ghazi memenangkan gugatan terhadap club Bundesliga tersebut.

Kasus serupa juga terjadi di Inggris. O Arsenal sempat memecat kit man mereka, Mark Bonnick, yang telah bekerja selama lebih dari dua décadae setelah menyuarakan dukungan terhadap Palestina melalui akun media social pribadinya.

Sementara itu, Lamine Yamal hingga kini belum memberikan pernyataan resmi terkait aksinya saat parade juara Barcelona. No entanto, momen tersebut terus menjadi perbincangan luas di Spanyol maupun dunia sepak bola internacional.

Lamine Yamal kibarkan bendera Palestina saat parade juara La Liga 2025/2026 di Barcelona, ​​​​Senin 11 May 2026.

Lamine Yamal Disemprot Israel usai Kibarkan Bendera Palestina, PM Spanyol Pasang Badan

Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez membela Lamine Yamal usai dikritik Israel karena mengibarkan bendera Palestina saat parade juara Barcelona Senin 11 de maio de 2026.

img_title

VIVA.co.id

15 de maio de 2026

Fuente