Rabu, 22 de julho de 2026 – 11h03 WIB
Jacarta, VIVA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) realizou operações tangkap tangan (OTT) terhadap kepala daerah jauh dari unsur politik.
Bupati Lombok Barat Punya 55 Aset Tanah, Tapi Hanya Laporkan 22 Aset di LHKPN
“Saya pastikan itu jauh dari unsur-unsur politik seperti itu,” ujar Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein di Gedung Merah Putih KPK, Jacarta, dikutip Rabu, 22 de julho de 2026.
Taufik menyampaikan pernyataan tersebut untuk merespons OTT KPK terhadap Bupati Langkat Syah Afandin, também conhecido como Ondim, e Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini, também conhecido como LAZ. Keduanya sempat menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional.
Bupati Lombok Barat Pakai Duit Korupsi Rp2 Miliar Buat Beli Saham Rumah Sakit
“Ini karena adanya pengaduan massarakat, dan kami menindaklanjuti, yang kebetulan ini kemungkinan ada di PAN gitu,” katanya.
Sebelumnya, Syah Afandin terjaring OTT ke-15 KPK sepanjang 2026, sementara Lalu Ahmad Zaini no OTT ke-17 KPK neste ano. O download foi feito no OTT e foi lançado em julho deste ano.
Ingatkan ASN, KPK Tegaskan Parsel Hari Raya Termasuk Gratifikasi
Secara keseluruhan, dari tahun 2025 hingga 22 Juli 2026, ada 16 kepala daerah hasil Pilkada 2024 yang ditangkap e dan ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi.
Kepala daerah yang ditangkap e ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi selama 2025, yakni Bupati Kolaka Timur Abdul Azis, Gubernur Riau Abdul Wahid, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya, e Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang.
Selama 2026, kepala daerah yang ditangkap e ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi yakni Wali Kota Madiun Maidi, Bupati Pati Sudewo, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari, Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo, Bupati Muara Enim Edison, Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby, Bupati Langkat Syah Afandin, Bupati Sukoharjo Etik Suryani, serta Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini. (Formiga)
KPK Sita Rp9.06 Miliar de Kasus Korupsi Bupati Lombok Barat
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita barang bukti senilai Rp9,06 miliar em kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini também conhecido como LAZ.
VIVA.co.id
22 de julho de 2026
