Kena OTT KPK, Harta Kekayaan Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Tembus Rp24 Miliar

Senin, 20 de julho de 2026 – 15h24 WIB

Jacarta, VIVA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) realizando operações tangkap tangan (OTT) em Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Na operação tersebut, KPK nomeou Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini.

img_title

KPK Tangkap Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini em OTT, Status Hukum Masih Didalami

Informasi mengenai penangkapan tersebut dibenarkan oleh Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, saat dikonfirmasi pada Senin, 20 de julho de 2026.

“Benar”, o carrasco de Fitroh.

img_title

Kembali Digugat, KPK Sebut Penanganan Perkara Asrul Azis Taba Sesuai Hukum

Meski mengonfirmasi adanya operasi tangkap tangan, KPK belum mengungkap secara rinci perkara yang menjadi dasar pelaksanaan OTT tersebut.

Lalu Ahmad Zaini menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK di Lombok Barat.

img_title

KPK Diminta Telusuri Dugaan Penyalahgunaan Wewenang Pengelolaan PDRD Raja Ampat Tahun 2025

No entanto, hingga kini lembaga antirasuah itu belum memberikan keterangan mengenai pihak lain yang turut diamankan dalam operasi tersebut.

KPK também é conhecido por Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini.

Selain ruang bupati, penyidik ​​​​KPK também menyegel ruang Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan e Kawasan Permukiman (PUPRPKP), serta Bagian Pengadaan Barang e Jasa (PBJ).

Di tengah belum adanya penjelasan resmi, perhatian publicamente turut tertuju pada laporan harta kekayaan Lalu Ahmad Zaini yang tercatat dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

No LHKPN 2024, o preço total de Lalu Ahmad Zaini custou Rp24.041.842.502. Nilai tersebut meningkat dibandingkan laporan saat masih menjabat sebagai Direktur Utama PTAM Giri Menang pada 2021 sebesar Rp21.494.101.410.

A compra é maior do que o valor total e o valor de Rp14.445.482.500. Aset itu terdiri atas 24 bidang tanah dan bangunan yang berada di Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Tengah, hingga Kota Surabaya. Mayoritas diperoleh de hasil sendiri, sedangkan sebagian aset di Lombok Tengah berasal de hibah tanpa akta.

No mesmo LHKPN, Lalu Ahmad Zaini também pode pagar Rp1.065.500.000. Kendaraan tersebut meliputi Mitsubishi Pajero em 2019, Honda CR-V 1.5 em 2019, Toyota Avanza 1.3 G AT em 2019, Toyota Kijang Innova 2.0 V em 2018, Honda Beat em 2020, unidade serta dua Honda Scoopy em 2019 e 2021.

Selain itu, ia mencatat harta bergerak lainnya sebesar Rp288 juta, surat berharga Rp805.964.500, serta kas e setara kas senilai Rp7.436.895.502.

Halaman Selanjutnya

Hingga kini, KPK masih belum memberikan keterangan mengenai perkara yang melatarbelakangi penyegelan ruang kerja Bupati Lombok Barat beserta sejumlah ruangan lainnya. Public masih menunggu penjelasan resmi terkait perkembangan penanganan kasus tersebut.

Halaman Selanjutnya

Fuente