Rabu, 1º de julho de 2026 – 16h38 WIB
Jacarta, VIVA – Dados globais da S&P Índice de Gerentes de Compras (PMI) da Indonésia em junho de 2026 que atingiu o nível 46,9 ou uma posição estável no nível 50,0 em maio de 2026.
Setor Manufaktur RI Anjlok Signifikan di Akhir Semester I-2026, S&P Global Soroti PHK & Inflasi
Merespons laporan tersebut, Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arief mengatakan, terkoreksinya PMI Manufaktur Indonesia itu dipengaruhi oleh melemahnya permintaan baru, baik dari pasar domestic maupun export.
Karenanya, Febri mengatakan jika hal tersebut berdampak pada penurunan atividades produtivas, pembelian bahan baku, dan penyerapan tenaga kerja.
Tingkatkan Ketahanan Ekonomi, BRI Peduli Beri Pelatihan Kewirausahaan Bagi Puluhan Purna PMI de Cirebon
Fabricante Ilustrasi Industri.
Foto:
- Documentação PT Grand Kartech Tbk.
Selain itu, Dia mengakui bahwa saat ini industri juga tengah menghadapi lonjakan biaya produksi, akibat kenaikan harga bahan baku dan pelemahan nilai tukar. Sehingga, inflasi harga input tercatat sebagai yang tertinggi kedua, sejak survei PMI dimulai pada 2011 silam.
IHSG Dibuka Menguat Berpotensi Sideways, Bursa Ásia e Wall Street Mayoritas Anjlok
“Kondisi ini perlu kita pandang sebagai tantangan yang harus dijawab melalui penguatan kebijakan peningkatan daya saing industri seedal”, kata Febri dalam keterangannya, Rabu, 1 de julho de 2026.
No entanto, o PMI foi aprovado em junho de 2019, o que significa que o PMI pode ser permintaan e melhorar a sua produção. Karena itu, fokus pemerintah saat ini adalah memastikan berbagai kebijakan strategis berjalan sekretif, agar beban industri dapat ditekan dan aktivitas manufaktur kembali meningkat.
Salah satu kebijakan yang diyakini mampu memberikan dampak nyata terhadap efisiensinsinsinsinsi, yaitu implementasi Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) program.
O programa tersebut menjadi instrumento penting to menekan biaya energi bagi sector-sektor industri yang menggunakan gas bumi sebagai bahan baku maupun sumber energi utama.
“Kebijakan ini sudah dirasakan oleh pelaku industri dan terbukti mampu meningkatkan efisiensi produksi dan menjaga daya saing produk manufaktur Indonésia. Karena itu, implementasi HGBT perlu terus diperkuat agar manfaatnya semakin terserap secara ideal oleh seluruh industri penerima,” ujar Febri.
Pada Senin, 29 de junho de 2026, Pemerintah memutuskan menurunkan harga gás natural liquefeito (GNL) para o setor industrial custou US$ 13 por MMBTU, dari sebelumnya sekitar US$ 20-US$ 23 por MMBTU.
Hal itu sebagai bagian dari langkah pemerintah, dalam menjaga daya saing industri seedal sekaligus mencegah terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK).
Halaman Selanjutnya
“Penurunan harga gas industri hasil regasifikasi LNG tersebut menjadi angin segar bagi industri, dan merupakan salah satu solusi untuk mengembalikan PMI Manufaktur pada jalur expansi dalam somerapa bulan ke depan,” ujarnya.